Pengulangan pada MATLAB part 2

Materi pada kesempatan kali ini merupakan kelanjutan dari materi yang sebelumnya, yakni Pengulangan pada MATLAB part 1. Disini kita akan membahas mengenai fungsi break dan continue. Break merupakan pernyataan/perintah untuk menghentikan pengulangan while maupun for. Sedangkan continue adalah pernyataan/perintah untuk melanjutkan ke iterasi pengulangan berikutnya tanpa mengeksekusi perintah yang berada setelah continue.

Contoh :

i = 1;
while (i > 0)
   fprintf('%d  ', i);
   i = i + 1;
   if (i > 10)
      break
   end
end
fprintf('\n');
for i = 1 : 20
   if (mod(i,2) == 0)
      continue
   end
   fprintf('%d  ',i);
end
fprintf('\n');
Original Written by Dian Nuraiman

Pengulangan pada MATLAB part 1

Pengulangan (looping) adalah bagian yang bertugas melakukan kegiatan/proses secara berulang-ulang sesuai dengan perintah yang diberikan. Terdapat 4 bagian pengulangan:

  1. Inisialisasi, berfungsi sebagai keadaan awal sebelum pengulangan dilakukan. Inisialisasi hanya dilakukan sekali selama pengulangan.
  2. Kondisi pengulangan, berfungsi untuk menentukan pengulangan akan dilakukan atau tidak. Selama kondisi pengulangan terpenuhi/benar, maka pengulangan akan dilakukan. Sebaliknya jika kondisi pengulangan tidak terpenuhi/salah, maka pengulangan dihentikan.
  3. Proses, yaitu bagian yang dilakukan berulang-ulang selama kondisi pengulangan terpenuhi atau bernilai benar.
  4. Pengatur iterasi, berfungsi untuk mengatur langkah iterasi. Langkah iterasi bisa dilakukan secara menaik atau menurun.

Dalam Matlab, terdapat dua jenis pengulangan, yakni pengulangan dengan menggunakan while dan for

Pengulangan while
Pengulangan while akan melakukan pemeriksaan kondisi terlebih dahulu. Jika kondisi tidak terpenuhi, ada kemungkinan pengulangan tidak dikerjakan sama sekali. Selama kondisinya terpenuhi/benar, maka pengulangan akan dikerjakan. Pengulangan while biasanya digunakan untuk kasus dimana banyaknya pengulangan yang akan dilakukan tidak diketahui secara pasti. Bentuk pengulangan dengan menggunakan while adalah sebagai berikut :

inisialisasi
while kondisi
proses
pengatur iterasi
end

Contoh :

i = 1;
while i <= 10
disp('Teknik Informatika')
i = i + 1;
end

Pengulangan for
Pengulangan for biasanya digunakan untuk kasus dimana banyaknya pengulangan yang akan dilakukan sudah diketahui secara pasti dan menurut penulis, pengulangan dengan menggunakan for lebih mudah dan efektif digunakan dalam pemrograman di MATLAB. Bentuk pengulangan for adalah sebagai berikut :

for inisialisasi : pengatur iterasi : kondisi
proses
end

Contoh :

for i = 1 : 10
disp('Teknik Informatika')
end
Original Written by Dian Nuraiman

Switch-Case pada MATLAB

Berbeda dengan Pemilihan If, Switch-Case merupakan bentuk pemilihan yang mencocokkan nilai ekspresi yang berada dalam Switch dengan nilai pilihan yang berada dalam Case, jika cocok/sama maka aksi dari Case akan dijalankan. Sedangkan Otherwise (jika ada) akan dijalankan jika semua pilihan tidak ada yang cocok/sama. Bentuk Switch-Case:

switch ungkapan
   case pilihan1
      aksi1;
   case pilihan2
      aksi2;
   otherwise
      aksiN;
end

Contoh :

disp('Program Ganjil Genap')
disp('--------------------')
bil = input('Masukkan angka : ');
switch mod(bil,2)
   case 0
      disp('Bilangan genap')
   case 1
      disp('Bilangan ganjil')
end
Original Written by Dian Nuraiman

Operator Logika dan Pemilihan if Bersarang di MATLAB

Operator Logika
Operator logika biasanya digunakan untuk menyatakan sebuah kondisi yang bernilai TRUE (1) atau FALSE (0). Terdapat beberapa jenis operator logika sebagai berikut:

[table caption=”” width=”610″ colwidth=”20|100|15|200″ colalign=”center|left|center|left”]
No,Operasi,Simbol,Contoh
1,Konjungsi (AND),&&,Bernilai TRUE jika operand kiri dan kanan bernilai TRUE selain itu FALSE
2,Disjungsi (OR),||,Bernilai FALSE jika operand kiri dan kanan bernilai FALSE selain itu TRUE
3,Negasi (NOT),~,Bernilai TRUE jika operandnya bernilai FALSE begitupula sebaliknya
[/table]
Pemilihan if  Bersarang
Pemilihan if  bersarang merupakan bentuk pemilihan dimana terdapat pemilihan dalam pemilihan, atau aksi dari sebuah kondisi terdapat pemilihan atau penyeleksian kondisi yang lain. Pemilihan bentuk ini disebut juga penyeleksian kondisi bertingkat. Salah satu bentuk pemilihan if  bersarang:

if (kondisiA)
   if (kondisi1)
      aksi1;
   else
      aksi2;
   end
else
   if (kondisi2)
      aksi3;
   else
      aksi4;
   end
end

Contoh Operasi Logika :

disp('Program Operasi Logika')
disp('----------------------')
bil = input('Masukkan sebuah bilangan : ');
if (bil > 0) && (bil < 10)
   disp('Bilangan positif yang kurang dari 10')
else
   disp('Bukan bilangan positif yang kurang dari 10')
end
disp('----------------------')
huruf = input('Masukkan sebuah huruf : ');
if (huruf == 'a') || (huruf == 'A')
   disp('Huruf A')
else
   disp('Bukan huruf A')
end

Contoh Pemilihan if  Bersarang :

disp('Program Pemilihan if Bersarang')
disp('------------------------------')
k = 5; g = 4; b = -3; c = 2; d = 5;
if (k > 9)
   if (c <= 4)
      b = b + 2;
   else
      disp('BANDUNG')
      b = b - 2;
   end
else
   if (g ~= 4)
      disp('JAKARTA')
      d = d / 4;
   else
      d = mod(d,4);
   end
end
p = d + b;
disp(p)
Original Written by Dian Nuraiman

Operator Relasi dan Pemilihan if di MATLAB

Operator Relasi
Operator relasi disebut juga operator pembanding, karena operator ini berfungsi membandingkan nilai operand kiri dengan operand kanannya. Operator relasi biasanya digunakan untuk menyatakan sebuah kondisi yang bernilai TRUE (1) atau FALSE (0). Terdapat beberapa jenis operator relasi sebagai berikut:

[table caption=”” width=”610″ colwidth=”20|100|15|50|300″ colalign=”center|left|center|center|left”]
No,Operasi,Simbol,Contoh,Keterangan
1,Lebih besar dari,>,x > y,Bernilai TRUE jika x lebih besar dari y
2,Lebih kecil dari,<,x < y,Bernilai TRUE jika x lebih kecil dari y
3,Lebih besar sama dengan dari,>=,x >= y,Bernilai TRUE jika x lebih besar dari atau sama dengan y
4,Lebih kecil sama dengan dari,<=,x <= y,Bernilai TRUE jika x lebih kecil dari atau sama dengan y
5,Sama dengan,==,x == y,Bernilai TRUE jika x sama dengan y
6,Tidak sama dengan,~=,x ~= y,Bernilai TRUE jika x tidak sama dengan y
[/table]
Pemilihan if
Dalam menyelesaikan kasus, terkadang program harus memilih mana perintah harus dikerjakan dan mana yang tidak perlu dikerjakan bergantung kondisinya. Pemilihan if merupakan sebuah cara untuk mengambil keputusan berdasarkan suatu kondisi, jika kondisi terpenuhi maka aksi dikerjakan. Sebuah kondisi dapat bernilai TRUE (1) atau FALSE (0). Jika kondisi bernilai TRUE, maka aksi akan dikerjakan.

Bentuk pemilihan if  dengan dua alternatif :

if (kondisi)
   aksi1;
else
   aksi2;
end

Bentuk pemilihan if  dengan beberapa alternatif :

if (kondisi1)
   aksi1;
elseif (kondisi2)
   aksi2;
elseif (kondisi-n)
   aksi-n;
else
   aksi-N;
end

Contoh :

lembur = input('Masukkan jam lembur = ');
if (lembur >= 10)
   gaji = 20000 * lembur;
   fprintf('Gaji lembur anda Rp. %d\n', gaji)
elseif (lembur >= 5)
   gaji = 15000 * lembur;
   fprintf('Gaji lembur anda Rp. %d\n', gaji)
else
   gaji = 10000 * lembur;
   fprintf('Gaji lembur anda Rp. %d\n', gaji)
end
Original Written by Dian Nuraiman

Operator Aritmatika di MATLAB

Setelah kita Berkenalan dengan MATLAB, kini tiba saatnya untuk masuk lebih dalam mengenai programan di MATLAB. Pada artikel kali ini penulis akan coba bahas mengenai Operator Aritmatika di MATLAB terlebih dahulu, syukur-syukur bisa lanjut pada lain kesempatan dengan bahasan yang lainnya. Operator aritmatika merupakan salah satu operator dalam Matlab. Beberapa jenis operator aritmatika disajikan dalam tabel berikut:

[table width=”250″ colwidth=”20|100|50|75″ colalign=”center|left|center|center”]
No,Operasi,Simbol,Contoh
1,Penjumlahan,+,a + b
2,Pengurangan,-,a – b
3,Perkalian,*,a * b
4,Pembagian,/,a / b
5,Pemangkatan,^,a^2
[/table]
Urutan operasi aritmatika dikerjakan dari kiri ke kanan dalam suatu ekspresi dengan pemangkatan mempunyai prioritas tertinggi, diikuti dengan perkalian dan pembagian yang mempunyai prioritas sama, diikuti dengan penjumlahan dan pengurangan yang juga mempunyai prioritas sama. Akan tetapi, penggunaan tanda kurung dapat merubah urutan pengerjaan operasi aritmatika, dimana ekspresi yang berada dalam kurung mendapat prioritas tertinggi.

Berbeda dengan bahasa pemrograman lain, Matlab tidak mengkategorikan sisa hasil bagi (modulus) ke dalam operator aritmatika. Akan tetapi menjadikannya sebagai sebuah fungsi , misal  yang menghasilkan nilai.

Contoh :

disp('Operasi Aritmatika')
disp('------------------')
a = 2;
b = 3;
c = 4;
d = 6;
e = 2;
hasil = a^2 + b * c – d / e;
sisa = mod(hasil,4);
disp('Hasilnya = ')
disp(hasil)
disp('Sisanya = ')
disp(sisa)
Original Written by Dian Nuraiman

Berkenalan dengan Matlab yuk. . .

MATLAB atau Matriks Labolatory merupakan sebuah software yang dikembangkan oleh MathWorks yang mana berfungsi agar kita mampu untuk memanipulasi matriks, plotting fungsi dan danta, penerapan algoritma, kita juga akan bisa untuk menggabungkannya dengan bahasa pemprograman lain seperti C, C++, Java dan Fortran. Pada dasarnya MATLAB ini dirancang agar setiap pengguna mampu melakukan perhitungan-perhitungan matematis yang mudah dan cepat.

Continue reading