Install Java di Peramban Web Debian

Hallo sobat TI.NET apa kabar.??? Dipagi menjelang siang yang cerah ini penulis akan berbagi sedikit tentang Java nih, lebih lengkapnya tentang bagaimana installasi Oracle Java di peramban web atau web browser yang ada dilinux, Debian khususnya. Sebelum masuk ke langkah-langkah berikutnya, alangkah baiknya kamu mengikuti tutorial penulis terlebih dahulu yang berjudul untuk memahami apa itu Java dan bagaimana cara menginstall Java di komputer Debianmu. Jika didalam sistem komputer yang kamu pakai sudah terpasang Java (yang terbaru khususnya), maka kamu dapat melanjutkan membaca kelanjutan dari artikel ini.

Untuk Google Chrome
Buat sebuah direktori baru, disana akan dijadikan direktori tempat menyimpan plugin-plugin. Untuk lebih jelasnnya masukan perintah dibawah ini
# mkdir -p /opt/google/chrome/plugins
Kemudian buat symbolic link dari plugin java yang sudah terisntall dikomputermu lalu petakan pada direktori plugin yang barusan kamu buat, lihat perintah dibawah ini untuk lebih jelasnya
# ln -s /usr/java/jdk1.7.0_51/jre/lib/i386/libnpjp2.so /opt/google/chrome/plugins
Lihat dan pastikan pekerjaan yang kamu lakukan benar, yakni menyalin file libnpjp2.so
# cd /opt/google/chrome/plugins/
# ls
libnpjp2.so

Untuk Mozilla Firefox
Sama seperti halnya pada Google Chrome, kamu buat sebuah direktori baru dalam direktori Firefox (jika belum ada), setelah itu buat symbolic link dan petakan di direktori plugin tersebut (Mozilla Firefox). Lihat perintah dibawah ini
# ln -s /usr/local/java/jdk1.7.0_51/jre/lib/i386/libnpjp2.so /usr/lib/mozilla/plugins/
Pastikan hasil kerja kamu benar
# cd /usr/lib/mozilla/plugins/
# ls
flash-mozilla.so libnpjp2.so
libgnome-shell-browser-plugin.so librhythmbox-itms-detection-plugin.so

Pemasangan telah selesai kini tiba saatnya untuk pengujian, coba sekarang kamu buka salah satu dari kedua peramban web diatas lalu kamu buka situs java atau situs lainnya yang dapat mencek apakah dalam peramban web yang kamu gunakan sudah terinstall java atau belum. Jika pada saat kamu melakukan pengecekan di situs java itu sendiri kemudian kamu menembukan error atau pemberitahuan untuk mengizinkan menjalankan java, maka yang kamu pilih adalah itu, biarkan java berjalan di permaban webmu atau Allow Java Permission Request.

Dan berikut adalah hasil yang penulis dapatkan untuk peramban web Google Chrome yang sudah dipasang plugin java didalamnya.

java1

Sekian dari penulis, semoga bermanfaat dan berhasil. Salam TI.NET ^_^

Install Java di Debian

Apa itu java.??? Berikut pengertian java yang penulis kutip dari wikipedia bahasa Indonesia “Java merupakan bahasa pemrograman yang bersifat umum/non-spesifik (general purpose), dan secara khusus didisain untuk memanfaatkan dependensi implementasi seminimal mungkin. Karena fungsionalitasnya yang memungkinkan aplikasi java mampu berjalan di beberapa platformsistem operasi yang berbeda, java dikenal pula dengan slogannya, “Tulis sekali, jalankan di mana pun“. Saat ini java merupakan bahasa pemrograman yang paling populer digunakan, dan secara luas dimanfaatkan dalam pengembangan berbagai jenis perangkat lunak aplikasi ataupun aplikasi berbasis web.”. Java dapat dijalankan di berbagai perangkat komputer termasuk telpon genggam, sehingga kesimpulan dari pengertian diatas adalah perlu kita melakukan penginstallan sebuah software untuk mendukung bahasa pemrograman java di komputermu, Debian khususnya karena pada kesempatan kali ini penulis akan membahasnya di Debian.

Tanpa panjang lebar lagi, langsung saja ikuti langkah-langkah berikut ini, namun sebelum beranjak ke langkah-langkah alangkah baiknya kita menentukan platform mana yang akan kita gunakan, dalam contoh ini penulis akan menggunakan Oracle Java. Maka dari itu silakan untuk mengunduhnya terlebih dahulu di laman resmi Oracla Java, link : http://www.oracle.com/technetwork/java/javase/downloads/jdk7-downloads-1880260.html

Langkah pertama dalam tutorial kali ini adalah melihat tipe bit sistem debian yang kamu gunakan, kamu dapat melihatnya dengan memasukan perintah dibawah ini

# file /sbin/init
/sbin/init: ELF 32-bit LSB executable, Intel 80386, version 1 (SYSV), dynamically linked (uses shared libs), for GNU/Linux 2.6.26, BuildID[sha1]=0x6f99a4bee43009171bce9fa5457099aafaf2f753, stripped

Lihat keterangan berwarna merah, itu menunjukan bahwa sistem komputer debian yang penulis gunakan adalah 32-bit.

Download file arsip Oracle Java pada link yang telah penulis sertakan diatas sesuai dengan sistem yang kamu gunakan, dalam kasus ini 32-bit.

Setelah kamu selesai mengunduh file arsip Oracle Java tersebut, coba sekarang cek apakah sudah terdapat Java Development Kit di sistem debian kamu atau belum dengan memasukan perintah dibawah ini

# java -version
java version "1.6.0_27"
OpenJDK Runtime Environment (IcedTea6 1.12.5) (6b27-1.12.5-1)
OpenJDK Client VM (build 20.0-b12, mixed mode)

Jika tampilannya seperti diatas, itu tandanya di sistem debian kamu sudah terpasang yang dan secara default dengan versi lama, maka dari itu tetap ikuti langkah-langkah berikutnya

Edit file profile yang berada di direktori /etc, disana kamu akan menentukan lokasi untuk java yang baru, masukan perintah dibawah ini

# nano /etc/profile

Tambahkan script dibawah ini pada bagian paling akhir

JAVA_HOME=/usr/java/jdk1.7.0_51
PATH=$PATH:$HOME/bin:$JAVA_HOME/bin
export JAVA_HOME
export PATH

Sehingga keseluruhan file /etc/profile adalah sebagai berikut

# /etc/profile: system-wide .profile file for the Bourne shell (sh(1))
# and Bourne compatible shells (bash(1), ksh(1), ash(1), ...).

if [ "`id -u`" -eq 0 ]; then
    PATH="/usr/local/sbin:/usr/local/bin:/usr/sbin:/usr/bin:/sbin:/bin"
else
    PATH="/usr/local/bin:/usr/bin:/bin:/usr/local/games:/usr/games"
fi
export PATH

if [ "$PS1" ]; then
    if [ "$BASH" ] && [ "$BASH" != "/bin/sh" ]; then
        # The file bash.bashrc already sets the default PS1.
        # PS1='\h:\w\$ '
        if [ -f /etc/bash.bashrc ]; then
            . /etc/bash.bashrc
        fi
    else
        if [ "`id -u`" -eq 0 ]; then
            PS1='# '
        else
            PS1='$ '
        fi
    fi
fi

# The default umask is now handled by pam_umask.
# See pam_umask(8) and /etc/login.defs.

if [ -d /etc/profile.d ]; then
    for i in /etc/profile.d/*.sh; do
        if [ -r $i ]; then
            . $i
        fi
    done
    unset i
fi

JAVA_HOME=/usr/java/jdk1.7.0_51
PATH=$PATH:$HOME/bin:$JAVA_HOME/bin
export JAVA_HOME
export PATH

Setelah selesai dengan file profile, salin Oracle Java yang sudah kamu download tadi ke direktori /usr/java kemudian ekstrak dengan perintah berikut

# cp /home/<user>/Downloads/jdk-7u51-linux-i586.tar.gz /usr/java
# cd /usr/java/
# tar xvzf jdk-7u51-linux-i586.tar.gz

Setelah proses ekstraksi selesai, maka akan terbentuk sebuah direktori baru yakni jdk1.7.0_51

Masukan beberapa perintah dibawah ini untuk mengenalkan Oracle Java yang baru ke sistem debian milik kamu atau yang sedang kamu gunakan

# sudo update-alternatives --install "/usr/bin/java" "java" "/usr/java/jdk1.7.0_51/bin/java" 1
# sudo update-alternatives --install "/usr/bin/javac" "javac" "/usr/java/jdk1.7.0_51/bin/javac" 1
# sudo update-alternatives --install "/usr/bin/javaws" "javaws" "/usr/java/jdk1.7.0_51/bin/javaws" 1
# sudo update-alternatives --set java /usr/java/jdk1.7.0_51/bin/java
# sudo update-alternatives --set javac /usr/java/jdk1.7.0_51/bin/javac
# sudo update-alternatives --set javaws /usr/java/jdk1.7.0_51/bin/javaws

Setelah selesai coba reload profile dengan perintah

#. /etc/profile

Sekarang coba kamu cek kembali versi javanya dengan perintah

# java -version
java version "1.7.0_51"
Java(TM) SE Runtime Environment (build 1.7.0_51-b13)
Java HotSpot(TM) Client VM (build 24.51-b03, mixed mode)

Terlihat jika Oracle Java telah berhasil terpasang dan terbaharui