Mount Storage Devices di Debian

Hi sobat TI.NET apa kabar.??? Pada kesempatan kali ini penulis akan coba bahas tentang bagaimana caranya untuk mounting storage device seperti flashdisk di Debian 7 Wheezy. Untuk apa hal tersebut dilakukan.??? Mungkin itu dasarnya, di dunia linux terjadi kerenggangan hak akses yang sangat jauh berbeda antara user biasa dengan super user (root), user biasa hanya dapat mengatur apapun yang ada dalam direktorinya itupun jika tidak dibatasi oleh super user sedangkan super user adalah yang memegang hak akses penuh atas setiap hal yang ada didalam sistem linux itu sendiri. Dan pengelolaan storage device seperti flashdisk adalah dibawah super user, sehingga tidak sembarangan user biasa dapat mengaksesnya.

Bagi kamu yang menggunakan mode GUI, GNOME misalnya yang secara default sudah menyetarakan pengelolaan untuk setiap storage device mungkin hal ini tidak pernah kamu jumpai, namun berbeda dengan orang yang secara keseluruhan menggunakan mode konsol atau terminal, hal ini mungkin akan sangat penting untuk diketahui. Maka dari itu, berikut ini adalah langkah-langkah yang harus kamu ikuti untuk dapat melakukan pengelolaan storage device di Debian, pengguna konsol khususnya :

Langkah pertama, masukan storage device yang kamu butuhkan untuk bahan praktek ke port USB yang ada dikomputermu, misalnya flashdisk.
Masuk atau login sebagai super user, kemudian masukan perintah berikut untuk memindai label dari storage device yang masuk ke komputer baik lewat port USB atau port yang lainnya

# fdisk -l

Misalkan hasil keluaran yang muncul adalah sebagai berikut :

root@sm-desktop:/home/sandimulyadi# fdisk -l
Disk /dev/sda: 320.1 GB, 320072933376 bytes
255 heads, 63 sectors/track, 38913 cylinders, total 625142448 sectors
Units = sectors of 1 * 512 = 512 bytes
Sector size (logical/physical): 512 bytes / 512 bytes
I/O size (minimum/optimal): 512 bytes / 512 bytes
Disk identifier: 0x0003a209

Device Boot Start End Blocks Id System
/dev/sda1 * 63 307194929 153597433+ 7 HPFS/NTFS/exFAT
/dev/sda2 307194930 409593239 51199155 7 HPFS/NTFS/exFAT
/dev/sda3 409593240 625121279 107764020 f W95 Ext'd (LBA)
/dev/sda5 409593303 625121279 107763988+ 7 HPFS/NTFS/exFAT

Disk /dev/sdb: 30.0 GB, 30020272128 bytes
255 heads, 63 sectors/track, 3649 cylinders, total 58633344 sectors
Units = sectors of 1 * 512 = 512 bytes
Sector size (logical/physical): 512 bytes / 512 bytes
I/O size (minimum/optimal): 512 bytes / 512 bytes
Disk identifier: 0x0007768e

Device Boot Start End Blocks Id System
/dev/sdb1 * 2048 56154111 28076032 83 Linux
/dev/sdb2 56156158 58632191 1238017 5 Extended
/dev/sdb5 56156160 58632191 1238016 82 Linux swap / Solaris

Disk /dev/sdc: 2003 MB, 2003795968 bytes
32 heads, 63 sectors/track, 1941 cylinders, total 3913664 sectors
Units = sectors of 1 * 512 = 512 bytes
Sector size (logical/physical): 512 bytes / 512 bytes
I/O size (minimum/optimal): 512 bytes / 512 bytes
Disk identifier: 0x00000000

Device Boot Start End Blocks Id System
/dev/sdc1 * 63 3913055 1956496+ b W95 FAT32

Kita bisa lihat script yang diberi warna merah, itulah flashdisk yang penulis gunakan. Disana kita bisa lihat jika Device Boot untuk flashdisk yang penulis gunakan adalah /dev/sdc1 dan kita akan gunakan itu sebagai informasi untuk langkah selanjutnya.

Lakukan mounting dari direktori Device Boot /dev/sdc1 tadi ke direktori /mnt dengan perintah sebagai berikut :

# mount /dev/sdc1 /mnt

Setelah ter-mount sekarang coba kamu beralih ke direktori /mnt dan kamu bisa lihat daftar file atau folder yang ada disana

# cd /mnt
# ls

Selesai sampai disitu, kini kamu tinggal salin file atau folder baik dari atau ke folder /mnt. Sedangkan untuk melakukan umount kamu bisa memasukan perintah berikut ini

# umount /dev/sdc1 /mnt

Kemudian eject flashdisk tadi dengan perintah berikut

# eject /dev/sdc1

Oia, jika kamu langsung menyalin sebuah file atau folder dari direktori /mnt tadi, otomatis yang melakukannya adalah super user (root) dan hal itu jika dikemudian saat kamu membuka file atau folder tersebut dengan user biasa otomatis hal tersebut tidak akan berhasil. Mengapa.??? Karena file permissionnya hanya dimiliki oleh super user dan tidak dimiliki oleh user biasa. Maka dari itu berikan hak akses atau ubah hak kepemilikan atas file atau folder tersebut dengan perintah

# cp /mnt/<nama file atau folder> /home/<nama user>/<direktori tujuan>
# cd /home/<nama user>/<direktori tujuan>

Untuk mengubah hak kepemilikan terhadap user tertentu masukan perintah

# chown namauser:groupuser <nama file atau folder>

Untuk mengubah hak akses masukan perintah

# chmod 777 <nama file atau folder>

Selesai sampai disini dari penulis untuk kesempatan pada kali ini, semoga bermanfaat, selamat mencoba dan semoga berhasil. Salam TI.NET ^_^

Mengatasi Modem yang Terendam Air

Hallo sobat TI.NET apa kabar.??? Pada artikel kali ini penulis akan berbagi pengalaman mengenai bagaimana caranya untuk mengatasi modem yang terendam air agar dapat berfungsi seperti biasa lagi. Artikel ini diangkat dari kisah nyata yang dialami penulis beberapa hari yang lalu. Jadi ceritanya waktu itu penulis menyimpan modem USB di celana, kemudian celana tersebut penulis cuci dengan cara direndam terlebih dahulu sekitar 1 jam lebih dengan air diterjen dan lupa jika di dalam saku celana masih ada modemnya. Continue reading

Mengenal Sumber Virus Berasal

Bicara soal virus, bagi kamu yang sudah mengenal komputer atau gadget modern tentu sudah tidak asing lagi yang namanya virus. Apa itu virus.??? Virus adalah sebuah sistem yang dapat merusak sistem lainnya, ada dapat dikatakan jika virus merupakan sebuah sistem jahat. Bagi kamu yang masih awam mengenai darimana virus-virus yang dapat merusak sistem komputermu berasal, kali ini penulis akan membahasnya. Maka dari itu lanjutkan membacanya ya sobat TI.NET Continue reading

Install Windows lewat Flashdisk (Windows)

Jika pada artikel sebelumnya penulis memberikan sebuah tutorial yang membahasan tentang bagaimana melakukan Insallasi Linux lewat Flashdisk, maka pada artikel kali ini penulis ingin berbagi mengenai bagaimana caranya untuk bisa menginstall windows lewat flashdisk. Sebetulnya antara menginstall windows lewat flashdisk dengan menginstall linux tidak jauh berbeda, yakni sama-sama membutuhkan sebuah software khusus yang dapat menjadikan flashdisk bootable akan sistem operasi yang ada didalamnya. Namun software antara membuat bootable untuk linux dan windows itu berbeda. Ingin tahu lebih lengkapnya.??? Simak terus artikel ini hingga akhir. Continue reading

Install Linux lewat Flashdisk (Windows)

Hallo sobat TI.NET apa kabar.??? Di sore hari ini penulis akan bagi-bagi tips nih buat kamu yang pengen melakukan installasi sistem operasi linux lewat flashdisk. Itung-itung sambil nunggu gemuruh bedug ditabuh. Lha emang bisa.??? Ya tentu saja bisa donk, kita memerlukan sebuah software tentunya. Namanya itu Universal USB Installer, software ini sifatnya portable dan bisa dijalankan di sistem operasi windows. Ukurannya tidaklah besar, hanya sekitar 1 MB. Continue reading