PHP Tutorial 11 – Pengulangan bentuk For (PHP untuk Pemula)

Pengulangan dilakukan untuk menjalankan sebuah kode sebanyak iterasi yang diberikan. Gunanya adalah ketika kita memiliki banyak data dengan nomor yang akan ditampilkan tentu kita akan kerepotan jika harus memasukan kode untuk menampilkannya satu per satu, dengan menggunakan pengulangan for khususnya akan menjadikan hal tersebut begitu mudah. Pada kesempatan kali ini penulis akan coba membahasnya.

Bentuk umum Pengulangan bentuk For:

for (iterasi awal; iterasi akhir; kenaikan atau penurunan) {
// perintah yang akan dijalankan
}

Contoh penulisan kodenya:

<?php

for ($a = 1; $a <= 5; $a++) {
echo 'Number ' . $a . '<br>' ;
}

?>

Sedikit penjelasan, $ = 1 maksudnya iterasi awal atau nilai awal adalah 1 jadi kita akan mulai pengulangan dari bilangan 1. $ <= 5 maksudnya adalah iterasi akhir atau batas akhir dari pengulangan yang akan kita lakukan adalah <= 5 kali. Dan $a++ setiap kali kode yang akan dijalankan selesai dieksekusi maka nilai dari variable $a akan bertambah satu (ingat kembali fungsi dari $a++). Kemudian perintah echo dan seterusnya adalah kode yang akan terus dijalankan selama kondisi pengulangan bernilai benar.

Ada satu lagi bentuk pengulangan yang dapat menampilkan seluruh nilai dari suatu variable, foreach namanya. Intinya setiap nilai yang tersimpan dalam sebuah array memiliki index yang dimulai dari 0 (nol) dengan menggunakan index tersebut kita dapat ubah menjadi barisan bilangan yang dapat menampilkan isi dari bilangan tersebut. Berikut format penulisan untuk Pengulangan bentuk Foreach:

// variable dengan array dan nilainya

foreach ($variable as $bilangan) {
// perintah yang akan dijalankan
}

Contoh penulisannya adalah sebagai berikut:

<?php

$names = array('Sandi' , 'Abbee' , 'Alief') ;

foreach ($names as $value) {
echo 'Nama ' . $value . '<br>' ;
}

?>

Sedikit penjelasan mengenai kode diatas, $names merupakan nama variable yang penulis buat dengan array yang memiliki isi kata ‘Sandi’, ‘Abbee’, dan ‘Alief’. foreach ($names as $value) memetakan atau membuat index dari nilai-nilai dalam array tersebut. echo dan perintah selanjutnya adalah untuk menampilkan kode yang akan dijalankan selama kondisi dalam pengulangan tersebut bernilai benar. Maksudnya ada 3 buah nilai sehingga indexnya berjumlah 3, pengulangan akan dilakukan selama 3 kali untuk menampilkan setiap kode yang hendak dijalankan tersebut.

Sekian yang dapat penulis sampaikan untuk kesempatan kali ini semoga dapat ditangkap ilmunya dan semoga bermanfaat. Mohon maaf apabila terdapat salah kata atau penyampaian selama dalam penulisan, salam TI.NET ^_^.

PHP Tutorial 9 – Array (PHP untuk Pemula)

Array merupakan sebuah variable istimewa yang dapat memiliki lebih dari atau sama dengan dua nilai sekaligus atau dapat dikatakan pula jika array merupakan sebuah wadah dari beberapa nilai yang termuat dalam sebuah variable. Array sangat memperhatikan susunan dan urutan dari nilai-nilai yang berada didalamnya, urutan dimulai dari angka nol. Misalkan kita punya data [mobil, motor, sepeda] urutan pertama dimulai dengan angka nol untuk mobil.

Seperti yang telah penulis analogikan diatas, untuk penulisan array tidaklah sembarangan. Sama seperti bahasa pemrograman lainnya, PHP juga memiliki aturan tersendiri dalam penulisan array. Berikut contohnya:

<?php

$names = array('Sandi' , 'Abbee' , 'Alief') ;

/* $names[0] = Sandi
$names[1] = Abbee
$names[2] = Alief */
echo $names[0] ;

?>

Kode diatas jika dipanggil maka akan menampilkan pesan “Sandi” tanpa tanda kutip, hal ini berbanding lurus dengan nilai dari kata “Sandi” yang berindex pertama (nol).

Tidak sebatas itu saja, setiap nilai juga dapat memetakan nilai lainnya (nilai yang memiliki nilai). Berikut contohnya:

<?php

$ages = array('Sandi'=>19 , 'Abbee'=>8 , 'Alief'=>2) ;

/* $ages['Sandi'] = 19
$ages['Abbee'] = 8
$ages['Alief'] = 2 */
echo 'Sandi is' . $ages['Sandi'] . ' years old' ;

?>

Kode diatas akan menampilkan pesan “Sandi is 19 years old“, nilai 19 didapat dari nilai dari variable $ages dengan index [‘Sandi’] yang memiliki nilai 19.

Berikut kode lengkap dari kedua contoh penulisan array diatas:

<?php

$names = array('Sandi' , 'Abbee' , 'Alief') ;

/* $names[0] = Sandi
$names[1] = Abbee
$names[2] = Alief */
echo $names[0] ;

$ages = array('Sandi'=>19 , 'Abbee'=>8 , 'Alief'=>2) ;

/* $ages['Sandi'] = 19
$ages['Abbee'] = 8
$nages['Alief'] = 2 */
echo ' is' . $ages['Sandi'] . ' years old' ;

?>

Array pada MATLAB

Variabel merupakan tempat penyimpanan data yang nilainya dapat diubah-ubah. Akan tetapi variabel mempunyai kelemahan yaitu hanya dapat menyimpan sebuah data dalam sebuah nama. Hal ini menjadi masalah jika data yang akan disimpan banyak. Maka kita membutuhkan jumlah variabel sebanyak data yang disimpan. Misalkan kita akan menyimpan data tinggi badan mahasiswa, maka kita membutuhkan variabel sebanyak mahasiswa. Cara ini sama sekali tidak efektif, karena akan banyak variabel yang berbeda-beda namanya dan akan mengalami kesulitan dalam pengolahan datanya.  merupakan solusi untuk permasalahan ini.

Array merupakan bentuk penyimpanan data yang dapat menyimpan sekumpulan data yang mempunyai tipe sama dalam sebuah nama. Sekalipun nama -nya sama, akan tetapi data 1 dengan data yang lain mempunyai memori penyimpanan yang berbeda. Memori penyimpanan ini ditandai dengan indeks. Banyaknya memori penyimpanan  dalam MATLAB tidak terbatas dan tidak perlu dipesan terlebih dahulu seperti halnya dalam bahasa pemrograman yang lain.

Array terdiri dari beberapa dimensi dari mulai 1, 2, 3, dst. Akan tetapi yang banyak digunakan hanya array 1 dan 2 dimensi. Gambar berikut mengilustrasikan sebuah array 1 dimensi dengan nama data yang mempunyai 6 memori penyimpanan.

[table caption=”Ilustrasi Array 1 Dimensi” width=”500″ colwidth=”50|50|50|50|50|50″ colalign=”center|center|center|center|center|center”]
Data 1,Data 2,Data 3,Data 4,Data 5, Data 6
5,4,3,1,6,2
[/table]
Array 2 dimensi merupakan gabungan dari array 1 dimensi. Array 2 dimensi memiiki 2 indeks, yaitu indeks baris dan kolom. Tempat penyimpanan array 2 dimensi dapat diilustrasikan dalam gambar berikut:

[table width=”500″ colwidth=”50|50|50″ colalign=”center|center|center”]
,Ilustrasi Array 2 Dimensi,
Data 1 – 1,Data 2 – 1,Data 3 – 1
Data 1 – 2,Data 2 – 2,Data 3 – 3
Data 1 – 3,Data 2 – 3,Data 3 – 3
[/table]
Contoh :

A = [1 2 3 4 5];
B = [1 2 3; 4 5 6];
disp('Data A :')
disp(A)
disp('Data B :')
disp(B)
disp('Inputkan Data Nilai Mahasiswa')
disp('-----------------------------')
for i = 1 : 3
   fprintf('Mahasiswa ke-%d : \n', i)
   for j = 1 : 3
      fprintf('Nilai ke-%d : ', j);
      nilai(i,j) = input('');
   end
end
disp('-----------------------------')
disp('    Data Nilai Mahasiswa     ')
disp('-----------------------------')
disp('Nilai ke |   1    2    3')
disp('========================')
for i = 1 : 3
   fprintf('Mhs ke-%d | ', i)
   for j = 1 : 3
   fprintf(' %d  ', nilai(i,j));
   end
fprintf('\n')
end
Original Written by Dian Nuraiman