Aplikasi Simulasi Jaringan Mini di Virtualbox

Jika pada pertemuan sebelumnya yang berjudul Simulasi Jaringan dengan Virtualbox penulis menuliskan tentang konsep atau dasar pemikiran mengenai bagaimana Virtualbox dapat dijadikan sehingga sedemikian rupa sebagai alat untuk membangun sebuah miniatur atau simulasi jaringan, maka pada kesempatan kali ini penulis akan coba bahas mengenai contoh atau aplikasi mengenai simulasi jaringan tersebut.

Beberapa hal perlu dipersiapkan antara lain: Virtualbox yang telah terpasang di sistem operasi yang kamu gunakan, beberapat sistem operasi seperti: CentOS, Debian, RouterOS, dan Windows XP, dan yang paling penting subnetting IP Addres yang akan kamu gunakan. Untuk subnetting IP Address penulis sudah membuatnya dan dapat kamu lihat pada tabel berikut ini, jadi gak usah repot-repot melakukan subnetting lagi.

[table width=”600″ colwidth=”75|125|125|125|100″ colalign=”|center|center|center|center|center”]
,CentOS – RouterOS,Debian – RouterOS,WinXP – RouterOS,Others
Network,192.168.0.0,192.168.0.64,192.168.0.128,192.168.0.192
First Host,192.168.0.1,192.168.0.65,192.168.0.129,192.168.0.193
Last Host,192.168.0.62,192.168.0.126,192.168.0.190,192.168.0.254
Broadcast,192.168.0.63,192.168.0.127,192.168.0.191,192.168.0.255
[/table]
Penulis mengasumsikan kamu sudah dapat melakukan konfigurasi atau menginstall keempat sistem operasi tersebut di Virtualbox dengan pilihan Network adalah Internal Network, satu kartu jaringan untuk setiap sistem operasi kecuali RouterOS (Mikrotik) yang perlu tiga kartu jaringan karena akan dijadikan bridge (penghubung) diantara ketiga sistem operasi lainnya.

Sehingga kini kamu sudah memiliki empat sistem operasi didalam Virtualbox, langkah selanjutnya adalah melakukan konfigurasi atau pemasangan IP Address sesuai dengan tabel diatas. Tidak akan penulis paparkan disini untuk setting IP Address untuk setiap sistem operasi tersebut, penulis mengasumsikan pada artikel kali ini pembaca sekalian sudah dapat melakukan konfigurasinya. Karena sesuai dengan judul diatas hanya pengaplikasian konsep dari artikel sebelumnya saja. Mungkin dilain kesempatan akan coba penulis bahas untuk masalah konfigurasi pada sistem operasi yang digunakan dalam artikel kali ini.

Sistem operasi telah terinstall dan IP Address telah dikonfigurasi, maka tahap selanjutnya adalah uji coba koneksi. Berikut ini hasil dari perintah ping dari ketiga sistem operasi yang digunakan dengan RouterOS dijadikan sebagai gateway untuk ketiga sistem operasi yang lainnya.

Windows
C:\Documents and Settings\Sandi Mulyadi>ping 192.168.0.1

Pinging 192.168.0.1 with 32 bytes of data:

Reply from 192.168.0.1: bytes=32 time=5ms TTL=64
Reply from 192.168.0.1: bytes=32 time=2ms TTL=64
Reply from 192.168.0.1: bytes=32 time=3ms TTL=64
Reply from 192.168.0.1: bytes=32 time=2ms TTL=64

Ping statistics for 192.168.0.1:
    Packets: Sent = 4, Received = 4, Lost = 0 (0% loss),
Approximate round trip times in milli-seconds:
    Minimum = 2ms, Maximum = 5ms, Average = 3ms

C:\Documents and Settings\Sandi Mulyadi>ping 192.168.0.65

Pinging 192.168.0.65 with 32 bytes of data:

Reply from 192.168.0.65: bytes=32 time=16ms TTL=64
Reply from 192.168.0.65: bytes=32 time=1ms TTL=64
Reply from 192.168.0.65: bytes=32 time=2ms TTL=64
Reply from 192.168.0.65: bytes=32 time=1ms TTL=64

Ping statistics for 192.168.0.65:
    Packets: Sent = 4, Received = 4, Lost = 0 (0% loss),
Approximate round trip times in milli-seconds:
    Minimum = 1ms, Maximum = 16ms, Average = 5ms

C:\Documents and Settings\Sandi Mulyadi>

CentOS
login as: sandimulyadi
sandimulyadi@192.168.0.1's password:
Last login: Thu Jun 19 19:48:00 2014
[sandimulyadi@localhost ~]$ ping 192.168.0.65 -c 4
PING 192.168.0.65 (192.168.0.65) 56(84) bytes of data.
64 bytes from 192.168.0.65: icmp_seq=1 ttl=64 time=4.47 ms
64 bytes from 192.168.0.65: icmp_seq=2 ttl=64 time=1.58 ms
64 bytes from 192.168.0.65: icmp_seq=3 ttl=64 time=1.72 ms
64 bytes from 192.168.0.65: icmp_seq=4 ttl=64 time=1.49 ms

--- 192.168.0.65 ping statistics ---
4 packets transmitted, 4 received, 0% packet loss, time 3007ms
rtt min/avg/max/mdev = 1.493/2.317/4.470/1.246 ms
[sandimulyadi@localhost ~]$ ping 192.168.0.129 -c 4
PING 192.168.0.129 (192.168.0.129) 56(84) bytes of data.
64 bytes from 192.168.0.129: icmp_seq=1 ttl=127 time=8.37 ms
64 bytes from 192.168.0.129: icmp_seq=2 ttl=127 time=2.18 ms
64 bytes from 192.168.0.129: icmp_seq=3 ttl=127 time=1.84 ms
64 bytes from 192.168.0.129: icmp_seq=4 ttl=127 time=1.77 ms

--- 192.168.0.129 ping statistics ---
4 packets transmitted, 4 received, 0% packet loss, time 3008ms
rtt min/avg/max/mdev = 1.778/3.547/8.377/2.793 ms
[sandimulyadi@localhost ~]$

Debian
login as: sandimulyadi
sandimulyadi@192.168.65's password:
Linux kalimasada 3.2.0-4-486 #1 Debian 3.2.41-2 i686

The programs included with the Debian GNU/Linux system are free software;
the exact distribution terms for each program are described in the
individual files in /usr/share/doc/*/copyright.

Debian GNU/Linux comes with ABSOLUTELY NO WARRANTY, to the extent
permitted by applicable law.
sandimulyadi@kalimasada:~$ ping 192.168.0.1 -c 4
PING 192.168.0.1 (192.168.0.1) 56(84) bytes of data.
64 bytes from 192.168.0.1: icmp_req=1 ttl=64 time=4.50 ms
64 bytes from 192.168.0.1: icmp_req=2 ttl=64 time=1.79 ms
64 bytes from 192.168.0.1: icmp_req=3 ttl=64 time=1.48 ms
64 bytes from 192.168.0.1: icmp_req=4 ttl=64 time=1.55 ms

--- 192.168.0.1 ping statistics ---
4 packets transmitted, 4 received, 0% packet loss, time 3005ms
rtt min/avg/max/mdev = 1.486/2.334/4.502/1.257 ms
sandimulyadi@kalimasada:~$ ping 192.168.0.129 -c 4
PING 192.168.0.129 (192.168.0.129) 56(84) bytes of data.
64 bytes from 192.168.0.129: icmp_req=1 ttl=127 time=2.70 ms
64 bytes from 192.168.0.129: icmp_req=2 ttl=127 time=1.98 ms
64 bytes from 192.168.0.129: icmp_req=3 ttl=127 time=1.90 ms
64 bytes from 192.168.0.129: icmp_req=4 ttl=127 time=1.69 ms

--- 192.168.0.129 ping statistics ---
4 packets transmitted, 4 received, 0% packet loss, time 3006ms
rtt min/avg/max/mdev = 1.694/2.073/2.709/0.384 ms
sandimulyadi@kalimasada:~$

Ditinjau dari hasil perintah ping diatas sudah sangat jelas terlihat jika setiap sistem opersi sudah dapat saling terhubung satu sama lain. Langkah berikutnya adalah administrasi server, dari sini kamu sudah dapat kembangkan sendiri akan dijadikan seperti apa jaringan mini (katakanlah) yang sudah kamu susun sedemikian sehingga sudah seperti ini.

Mungkin hanya itu yang dapat penulis sampaikan pada kesempatan kali ini, mohon maaf apabila ada kekurangan atau kekeliruan yang tersampaikan. Semoga bermanfaat dan salam TI.NET ^_^

Mematikan Sounds untuk Web Browser

Sebenarnya artikel kali ini termasuk artikel yang seorang yang awampun mungkin bisa melakukannya, karena ini adalah sesuatu yang sifatnya sangat dasar sekali. Dalam artikel kali ini penulis akan menjelaskan bagaimana caranya Mematikan Sounds untuk Web Browser yang sedang aktif. Memang ini merupakan sesuatu yang sangat dasar namun jangan salah, hal sekecil inipun kadang sering terlupakan. Ada kalanya jika kita sedang chatting kemudian lawan chatting kita memberikan suara yang bisa bikin kaget atau ketika kamu bermain game online yang memunculkan suara dari efek permainan tapi kamu ingin mendengarkan musik melalui musik player, kamu mungkin sering repot dibuatnya. Terkadang mematikan secara keseluruhan (mute) dan tidak bisa mendengarkan semuanya. Continue reading

Mematikan Aplikasi yang Berjalan Saat Startup

Proses startup akan menjadi proses yang sangat lama dan membosankan jika dalam proses tersebut banyak aplikasi atau program yang berjalan secara otomatis beriringan dengan kemunculan desktop untuk yang pertama kali dikala komputer baru saja dihidupkan. Banyak hal yang dapat menyebabkan lamnya proses startup salah satunya adalah adanya program yang ikut atau langsung berjalan saat komputer startup. Dalam artikel kali ini penulis akan kasih solusi tentang bagaimana caranya untuk mematikan program yang tidak perlu berjalan saat startup. Continue reading