Operator Logika dan Pemilihan if Bersarang di MATLAB

Operator Logika
Operator logika biasanya digunakan untuk menyatakan sebuah kondisi yang bernilai TRUE (1) atau FALSE (0). Terdapat beberapa jenis operator logika sebagai berikut:

[table caption=”” width=”610″ colwidth=”20|100|15|200″ colalign=”center|left|center|left”]
No,Operasi,Simbol,Contoh
1,Konjungsi (AND),&&,Bernilai TRUE jika operand kiri dan kanan bernilai TRUE selain itu FALSE
2,Disjungsi (OR),||,Bernilai FALSE jika operand kiri dan kanan bernilai FALSE selain itu TRUE
3,Negasi (NOT),~,Bernilai TRUE jika operandnya bernilai FALSE begitupula sebaliknya
[/table]
Pemilihan if  Bersarang
Pemilihan if  bersarang merupakan bentuk pemilihan dimana terdapat pemilihan dalam pemilihan, atau aksi dari sebuah kondisi terdapat pemilihan atau penyeleksian kondisi yang lain. Pemilihan bentuk ini disebut juga penyeleksian kondisi bertingkat. Salah satu bentuk pemilihan if  bersarang:

if (kondisiA)
   if (kondisi1)
      aksi1;
   else
      aksi2;
   end
else
   if (kondisi2)
      aksi3;
   else
      aksi4;
   end
end

Contoh Operasi Logika :

disp('Program Operasi Logika')
disp('----------------------')
bil = input('Masukkan sebuah bilangan : ');
if (bil > 0) && (bil < 10)
   disp('Bilangan positif yang kurang dari 10')
else
   disp('Bukan bilangan positif yang kurang dari 10')
end
disp('----------------------')
huruf = input('Masukkan sebuah huruf : ');
if (huruf == 'a') || (huruf == 'A')
   disp('Huruf A')
else
   disp('Bukan huruf A')
end

Contoh Pemilihan if  Bersarang :

disp('Program Pemilihan if Bersarang')
disp('------------------------------')
k = 5; g = 4; b = -3; c = 2; d = 5;
if (k > 9)
   if (c <= 4)
      b = b + 2;
   else
      disp('BANDUNG')
      b = b - 2;
   end
else
   if (g ~= 4)
      disp('JAKARTA')
      d = d / 4;
   else
      d = mod(d,4);
   end
end
p = d + b;
disp(p)
Original Written by Dian Nuraiman