Mode Jaringan di Virtualbox

Seringkali kita membutuhkan pengaturan untuk pemilihan mode jaringan yang tepat untuk konfigurasi komputer host atau guest didalam Virtualbox. Seperti telah kita ketahui bersama, didalam Virtualbox ada beberapa mode jaringan, diantaranya NAT, Bridge, Internal, dan Host-only. Tentu setiap mode memiliki kegunaan yang berbeda satu dengan lainnya. Pemilihan mode jaringan yang bijak akan menjadikan fungsi dari pemilihan mode jaringan yang lebih efektif sesuai dengan kebutuhan yang diinginkan. Berikut pengertian dan kapan waktu yang tepat untuk kita menggunakan mode jaringan yang sesuai dengan kebutuhan.

Network Address Translation (NAT) adalah mode jaringan default di VirtualBox yang tidak memerlukan konfigurasi baik dari host network (jaringan host) maupun guest (tamu). NAT merupakan cara yang paling sederhana untuk dapat mengakses jaringan luar (eksternal) dari mesin virtual di VirtualBox ataupun sebaliknya.

Dengan menggunakan bridge network, VirtualBox menggunakan sebuah driver perangkat pada host system (sistem host) yang menyaring data dari adapter jaringan fisik komputermu. Hal ini memungkinkan VirtualBox untuk mendapatkan data dari jaringan fisik untuk kemudian ditransfer ke dalam sistem host dan guest didalam VirtualBox. Dengan demikian seolah setiap sistem host dan guest (tamu) dapat saling berhubungan satu sama lain layaknya menggunakan kabel jaringan, sehingga kamu dapat mengatur untuk routing atau bahkan bridging.

Berbeda dengan kedua mode jaringan diatas, Internal Network (Jaringan Internal) tidak dapat terhubung dengan jaringan luar diluar VIrtualBox. Artinya setiap guest (tamu) hanya dapat saling berkomunikasi dalam jaringan internal yang sama saja.

Mode jaringan Host-only merupakan mode jaringan gabungan antara mode jaringan Bridge dengan mode jaringan Internal. Artinya komputer host dapat terhubung dengan komputer lain layaknya terhubung ke sebuah switch (Bridge Mode) namun juga diantara guest (tamu) dapat saling terhubung dalam sebuah jaringan internal yang sama (Intern Mode).

Aplikasi Simulasi Jaringan Mini di Virtualbox

Jika pada pertemuan sebelumnya yang berjudul Simulasi Jaringan dengan Virtualbox penulis menuliskan tentang konsep atau dasar pemikiran mengenai bagaimana Virtualbox dapat dijadikan sehingga sedemikian rupa sebagai alat untuk membangun sebuah miniatur atau simulasi jaringan, maka pada kesempatan kali ini penulis akan coba bahas mengenai contoh atau aplikasi mengenai simulasi jaringan tersebut.

Beberapa hal perlu dipersiapkan antara lain: Virtualbox yang telah terpasang di sistem operasi yang kamu gunakan, beberapat sistem operasi seperti: CentOS, Debian, RouterOS, dan Windows XP, dan yang paling penting subnetting IP Addres yang akan kamu gunakan. Untuk subnetting IP Address penulis sudah membuatnya dan dapat kamu lihat pada tabel berikut ini, jadi gak usah repot-repot melakukan subnetting lagi.

[table width=”600″ colwidth=”75|125|125|125|100″ colalign=”|center|center|center|center|center”]
,CentOS – RouterOS,Debian – RouterOS,WinXP – RouterOS,Others
Network,192.168.0.0,192.168.0.64,192.168.0.128,192.168.0.192
First Host,192.168.0.1,192.168.0.65,192.168.0.129,192.168.0.193
Last Host,192.168.0.62,192.168.0.126,192.168.0.190,192.168.0.254
Broadcast,192.168.0.63,192.168.0.127,192.168.0.191,192.168.0.255
[/table]
Penulis mengasumsikan kamu sudah dapat melakukan konfigurasi atau menginstall keempat sistem operasi tersebut di Virtualbox dengan pilihan Network adalah Internal Network, satu kartu jaringan untuk setiap sistem operasi kecuali RouterOS (Mikrotik) yang perlu tiga kartu jaringan karena akan dijadikan bridge (penghubung) diantara ketiga sistem operasi lainnya.

Sehingga kini kamu sudah memiliki empat sistem operasi didalam Virtualbox, langkah selanjutnya adalah melakukan konfigurasi atau pemasangan IP Address sesuai dengan tabel diatas. Tidak akan penulis paparkan disini untuk setting IP Address untuk setiap sistem operasi tersebut, penulis mengasumsikan pada artikel kali ini pembaca sekalian sudah dapat melakukan konfigurasinya. Karena sesuai dengan judul diatas hanya pengaplikasian konsep dari artikel sebelumnya saja. Mungkin dilain kesempatan akan coba penulis bahas untuk masalah konfigurasi pada sistem operasi yang digunakan dalam artikel kali ini.

Sistem operasi telah terinstall dan IP Address telah dikonfigurasi, maka tahap selanjutnya adalah uji coba koneksi. Berikut ini hasil dari perintah ping dari ketiga sistem operasi yang digunakan dengan RouterOS dijadikan sebagai gateway untuk ketiga sistem operasi yang lainnya.

Windows
C:\Documents and Settings\Sandi Mulyadi>ping 192.168.0.1

Pinging 192.168.0.1 with 32 bytes of data:

Reply from 192.168.0.1: bytes=32 time=5ms TTL=64
Reply from 192.168.0.1: bytes=32 time=2ms TTL=64
Reply from 192.168.0.1: bytes=32 time=3ms TTL=64
Reply from 192.168.0.1: bytes=32 time=2ms TTL=64

Ping statistics for 192.168.0.1:
    Packets: Sent = 4, Received = 4, Lost = 0 (0% loss),
Approximate round trip times in milli-seconds:
    Minimum = 2ms, Maximum = 5ms, Average = 3ms

C:\Documents and Settings\Sandi Mulyadi>ping 192.168.0.65

Pinging 192.168.0.65 with 32 bytes of data:

Reply from 192.168.0.65: bytes=32 time=16ms TTL=64
Reply from 192.168.0.65: bytes=32 time=1ms TTL=64
Reply from 192.168.0.65: bytes=32 time=2ms TTL=64
Reply from 192.168.0.65: bytes=32 time=1ms TTL=64

Ping statistics for 192.168.0.65:
    Packets: Sent = 4, Received = 4, Lost = 0 (0% loss),
Approximate round trip times in milli-seconds:
    Minimum = 1ms, Maximum = 16ms, Average = 5ms

C:\Documents and Settings\Sandi Mulyadi>

CentOS
login as: sandimulyadi
sandimulyadi@192.168.0.1's password:
Last login: Thu Jun 19 19:48:00 2014
[sandimulyadi@localhost ~]$ ping 192.168.0.65 -c 4
PING 192.168.0.65 (192.168.0.65) 56(84) bytes of data.
64 bytes from 192.168.0.65: icmp_seq=1 ttl=64 time=4.47 ms
64 bytes from 192.168.0.65: icmp_seq=2 ttl=64 time=1.58 ms
64 bytes from 192.168.0.65: icmp_seq=3 ttl=64 time=1.72 ms
64 bytes from 192.168.0.65: icmp_seq=4 ttl=64 time=1.49 ms

--- 192.168.0.65 ping statistics ---
4 packets transmitted, 4 received, 0% packet loss, time 3007ms
rtt min/avg/max/mdev = 1.493/2.317/4.470/1.246 ms
[sandimulyadi@localhost ~]$ ping 192.168.0.129 -c 4
PING 192.168.0.129 (192.168.0.129) 56(84) bytes of data.
64 bytes from 192.168.0.129: icmp_seq=1 ttl=127 time=8.37 ms
64 bytes from 192.168.0.129: icmp_seq=2 ttl=127 time=2.18 ms
64 bytes from 192.168.0.129: icmp_seq=3 ttl=127 time=1.84 ms
64 bytes from 192.168.0.129: icmp_seq=4 ttl=127 time=1.77 ms

--- 192.168.0.129 ping statistics ---
4 packets transmitted, 4 received, 0% packet loss, time 3008ms
rtt min/avg/max/mdev = 1.778/3.547/8.377/2.793 ms
[sandimulyadi@localhost ~]$

Debian
login as: sandimulyadi
sandimulyadi@192.168.65's password:
Linux kalimasada 3.2.0-4-486 #1 Debian 3.2.41-2 i686

The programs included with the Debian GNU/Linux system are free software;
the exact distribution terms for each program are described in the
individual files in /usr/share/doc/*/copyright.

Debian GNU/Linux comes with ABSOLUTELY NO WARRANTY, to the extent
permitted by applicable law.
sandimulyadi@kalimasada:~$ ping 192.168.0.1 -c 4
PING 192.168.0.1 (192.168.0.1) 56(84) bytes of data.
64 bytes from 192.168.0.1: icmp_req=1 ttl=64 time=4.50 ms
64 bytes from 192.168.0.1: icmp_req=2 ttl=64 time=1.79 ms
64 bytes from 192.168.0.1: icmp_req=3 ttl=64 time=1.48 ms
64 bytes from 192.168.0.1: icmp_req=4 ttl=64 time=1.55 ms

--- 192.168.0.1 ping statistics ---
4 packets transmitted, 4 received, 0% packet loss, time 3005ms
rtt min/avg/max/mdev = 1.486/2.334/4.502/1.257 ms
sandimulyadi@kalimasada:~$ ping 192.168.0.129 -c 4
PING 192.168.0.129 (192.168.0.129) 56(84) bytes of data.
64 bytes from 192.168.0.129: icmp_req=1 ttl=127 time=2.70 ms
64 bytes from 192.168.0.129: icmp_req=2 ttl=127 time=1.98 ms
64 bytes from 192.168.0.129: icmp_req=3 ttl=127 time=1.90 ms
64 bytes from 192.168.0.129: icmp_req=4 ttl=127 time=1.69 ms

--- 192.168.0.129 ping statistics ---
4 packets transmitted, 4 received, 0% packet loss, time 3006ms
rtt min/avg/max/mdev = 1.694/2.073/2.709/0.384 ms
sandimulyadi@kalimasada:~$

Ditinjau dari hasil perintah ping diatas sudah sangat jelas terlihat jika setiap sistem opersi sudah dapat saling terhubung satu sama lain. Langkah berikutnya adalah administrasi server, dari sini kamu sudah dapat kembangkan sendiri akan dijadikan seperti apa jaringan mini (katakanlah) yang sudah kamu susun sedemikian sehingga sudah seperti ini.

Mungkin hanya itu yang dapat penulis sampaikan pada kesempatan kali ini, mohon maaf apabila ada kekurangan atau kekeliruan yang tersampaikan. Semoga bermanfaat dan salam TI.NET ^_^

Simulasi Jaringan dengan Virtualbox

Hi, sobat TI.NET apa kabar.? Sudah lama rasanya penulis tidak menyapa, gimana ada yang kangen.? Hehehehe. Sesuai judul, pada kesempatan kali ini penulis akan berbagi trik melakukan simulasi jaringan atau bisa juga dikatakan miniatur jaringan dengan menggunakan Virtualbox. Lho koq Virtualbox.? Mungkin sebagian diantara kamu ada yang bertanya-tanya seperti itu, lantaran seperti yang diketahui secara umum jika kegunaan vital dari Virtualbox adalah untuk menjalankan sebuah sistem operasi. Berkemabang dari situ, Virtualbox juga dilengkapi dengan kartu jaringan yang dapat kita gunakan sebagai media untuk membangun sebuah jaringan. Kini Virtualbox juga sudah dapat dijalankan di sistem operasi Linux dan Windows, kelebihan Virtualbox dengan software simulasi sejenis yang lainnya yang penulis rasakan adalah dari segi programnya yang ringan, tidak banyak memakan space memori dan prosesor.

Bayangkan kamu memasang lebih dari 2 sistem operasi di Virtualbox, misalnya penulis 4 (CentOS, Debian, RouterOS, dan Windows) dan setiap sistem operasi tersebut saling terhubung, dengan berbekal konsep pembagian IP Address tentu kamu akan mendapatkan tempat kerja virtual untuk sebuah jaringan yang ingin kamu pelajari dan kembangkan. Hemat tempat, bahan dan alat, biaya, waktu dan lainnya tentu akan kamu dapatkan, bagaimana bisa.? Pertama tempat, biasanya praktikan memerlukan ruangan setidaknya 3×3 m2 untuk menyimpan beberapa komputer untuk simulasi jaringan, sedangkan dengan Virtualbox.? Kamu tentu tahu sendiri jawabannya. Kedua bahan dan alat, kamu tidak perlu memberli yang namanya kabel LAN beserta konektornya, HUB, pemasangan jaringan dll, karena pengaturan untuk media koneksi sudah dapat kamu dapatkan dalam Virtualbox ini, dan yang perlu kamu lakukan adalah pengaturan IP Address yang sesuai untuk dapat menghubungkan antar komputer. Ketiga biaya, Virtualbox gratis sobat TI.NET.

Mungkin hanya itu konsep yang dapat penulis berikan pada kesempatan kali ini. Kesimpulannya, dengan menggunakan Virtualbox kita dapat membuat labolatorium jaringan sendiri yang bisa gunakan untuk belajar, uji coba pengaturan antar server-client, dan berbagai simulasi jaringan lainnya. Bocoran untuk artikel berikutnya sudah penulis tulis di bagian sistem operasi yang penulis pasang di Virtualbox (CentOS, Debian, Windows, dan RouterOS) yang penulis gunakan untuk melakukan simulasi jaringan. Sekian, terima kasih dan mohon maaf apabila terdapat kesalahan atas apa yang penulis tuturkan. Salam TI.NET ^_^