Membangkitkan dan Verifikasi Kode Hash SHA1SUM dan MD5SUM di Linux

Hallo sobat TI.NET apa kabar.??? Pada kesempatan kali ini penulis akan melanjutkan tulisan di tempo hari yang membahas mengenai betapa pentingnya melakukan verifikasi hash SHA1 dan MD5 untuk sistem operasi khusus Linux. Lihat Pentingnya Melakukan Verifikasi SHA1 dan MD5 Checksum di Linux. Kini penulis akan berbagi artikel mengenai bagaimana cara kita untuk melakukan generate atau membangkitkan kode hash SHA1 dan MD5 di Linux untuk sebuah file tertentu, tidak hanya itu saja penulis juga akan memberikan langkah-langkah melakukan verifikasi kode hash suatu file. Untuk tidak membuang waktu lagi kita masuk ke pembahasan pertama.

Membangkitkan kode hash MD5
Berikut adalah langkah-langkah untuk membangkitkan kode hash MD5 pada suatu file tertentu:
Pertama asumsikan kita memiliki sebuah file (bebas) yang sebelumnya kita belum tahu seperti apa kode hashnya. Bagi kamu yang bingung mengenai file tersebut, berikut ini adalah langkah contoh untuk membuat sebuah file berekstensi .txt sebagai file contoh kita:

$ touch TINEThash.txt
$ nano TINEThash.txt

Pada perintah nano tersebut silakan kamu isi dengan apapun (sembarang tulisan) kemudian setelah selesai bangkitkan kode MD5 dengan perintah dibawah ini:

$ md5sum TINEThash.txt
0d07376ae087a5dd087fff296695e3ec TINEThash.txt

Dalam kasus ini kita punya sebuah deret kode hash MD5 untuk file TINEThash.txt yakni 0d07376ae087a5dd087fff296695e3ec. Kode hash ini lah yang dimaksud dengan kode hash MD5 dari file TINEThash.txt. Ketika kita mengganti isi dari file tersebut kemudian kita melakukan pembangkitan untuk kode hash MD5 yang baru, maka kode tersebut akan berbeda dengan dengan sebelumnya, dan inilah yang dimaksud dengan keaslian isi dari file TINEThash.txt. Dan misalkan kamu akan mengirim file tersebut kepada seseorang diinternet, kemudian kamu juga mencantumkan kode hash dari file TINEThash.txt kemudian orang yang menerima file tersebut melakukan perhitungan dan verifikasi untuk kode hash sebagai berikut:

$ echo "0d07376ae087a5dd087fff296695e3ec TINEThash.txt" | md5sum -c -
TINEThash.txt: OK

Dengan demikian dapat dipastikan, selama transmisi atau pengiriman file kepada penerima tidak terjadi sabotase file atau pihak ketiga yang merubah isi file tersebut yang bisa saja sangat rahasia.
Disamping itu kamu juga dapat membangkitkan beberapa kode hash MD5 untuk beberapa file sekaligus kedalam sebuah file berekstensi .md5 dan berikut adalah contohnya:

$ touch TINEThash1.txt TINEThash2.txt TINEThash3.txt
$ nano TINEThash1.txt
$ nano TINEThash2.txt
$ nano TINEThash3.txt
$ md5sum TINEThash1.txt TINEThash2.txt TINEThash3.txt > TINEThash.md5
$ cat TINEThash.md5
b7e7e2b06a1c9a75209a0acd3a1c610e TINEThash1.txt
219ff89b208b3e218a82eb8697f105ff TINEThash2.txt
b00b67303e5769d0051152be02ee8026 TINEThash3.txt

Dan kamu juga dapat melakukan verifikasi untuk ketiga buah file itu secara serentak dengan perintah seperti dibawah ini:

$ md5sum -c TINEThash.md5
TINEThash1.txt: OK
TINEThash2.txt: OK
TINEThash3.txt: OK

Membangkitkan kode hash SHA1
Tidak jauh berbeda dengan bagaimana cara membangkitkan kode hash MD5, pada langkah untuk membangkitkan kode hash SHA1 kamu hanya perlu merubah md5sum dengan sha1sum. Berikut adalah contoh membagkitkan kode hash SHA1 untuk sebuah file berekstensi .txt (berlaku sama untuk file dengan ekstensi lainnya):

$ sha1sum TINEThash.txt
ead2c22a1ea2ade6562007032fa7b8d9e3a53881 TINEThash.txt

Sedangkan untuk melakukan perhitungan dan verifikasi kode hash SHA1 dapat dilakukan dengan cara seperti dibawah ini:

$ echo "ead2c22a1ea2ade6562007032fa7b8d9e3a53881 TINEThash.txt" | sha1sum -c -
TINEThash.txt: OK

Sama seperti halnya dengan pembangkitan kode hash MD5, pada pembangkitan kode hash SHA1 kamu juga dapat melakukannya untuk beberapa file sekaligus, berikut adalah contohnya:

$ sha1sum TINEThash1.txt TINEThash2.txt TINEThash3.txt > TINEThash.sha1
$ cat TINEThash.sha1
a21a92d7293d337c273d33400a8de9fa1616e988 TINEThash1.txt
a6a92a5c8a3cb50886ea9766f1a087211bd4e8a4 TINEThash2.txt
af2301d6cf2a293db56901035ea29d7517e1d233 TINEThash3.txt

Dan cara untuk melakukan perhitungan dan verifikasinya adalah sebagai berikut:

$ sha1sum -c TINEThash.sha1
TINEThash1.txt: OK
TINEThash2.txt: OK
TINEThash3.txt: OK

That’s it. Mungkin hanya itu yang bisa penulis bagikan untuk kesempatan kali ini. Mohon maaf apabila ada kekeliruan atau kesalahan dalam penyampaian maka dari itu penulis sangat membuka lebar untuk kritik dan saran dari kamu sekalian demi kesempurnaan setiap tulisan lainnya. Semoga bermanfaat dan salam TI.NET ^_^.

Update Kernel 3.18.7 di Ubuntu 14.04

Hallo sobat TI.NET apa kabar.??? Pada kesempatan kali ini penulis akan berbagai tutorial mengenai bagaimana caranya untuk mengupdate atau memperbaharui Kernel di sistem operasi Linux Ubuntu. Sebelum lebih jauh lagi, kita sudah sehharusnya tahu dulu apa itu kernel. Kernel merupakan suatu perangkat lunak komputer yang mana berperan sebagai pengatur atau yang menghubungkan sistem operasi ke perangkat keras komputer atau hardware agar dapat berjalan seperti seharusnya (di Windows kita mengenalnya dengan driver), kurang lebih antara kernel dan driver memiliki fungsi dan peran yang sama dalam mengolah sumber daya perangkat keras.

Mengapa penulis memilih kernel versi 3.18.7 padalah kernel yang terbaru adalah kernel versi 3.19.??? Sebelum penulis menulis artikel ini, penulis melakukan uji coba terlebih dahulu dengan menupdate ke kernel versi 3.19 yang dalam situs resmi kernel merupakan versi terbaru yang paling setabil (lihat https://www.kernel.org/). Ternyata setelah penulis pasang di sistem operasi Linux Ubuntu 14.04 yang penulis gunakan, terdapat error “ACPI PCC Probe Failed” saat booting mungkin ini akan berbeda jika kamu menggunakan Distro dan versi dari Linux yang lainnya. Untuk itu penulis ganti ke versi 3.18.7 yang paling setabil di Ubuntu 14.04. Perlu dicatat pula penulis menggunakan komputer 32bit jadi penulis mengunduh kernel v3.18.7 untuk komputer 32bit, ini bisa disesuaikan dengan komputer yang kamu gunakan (jika komputer kamu 64bit maka unduh kernel untuk komputer 64bit).

Ok, tanpa panjang lebar lagi mari kita langsung ke langkah-langkah updating:
Kamu dapat mengunduh semua versi kernel 3.18.7 pada tautan berikut http://kernel.ubuntu.com/~kernel-ppa/mainline/v3.18.7-vivid/ atau kamu dapat melakukannya di terminal dengan memasukan perintah dibawah ini:

$ cd /tmp
$ wget http://kernel.ubuntu.com/~kernel-ppa/mainline/v3.18.7-vivid/linux-headers-3.18.7-031807-generic_3.18.7-031807.201502110759_i386.deb
$ wget http://kernel.ubuntu.com/~kernel-ppa/mainline/v3.18.7-vivid/linux-headers-3.18.7-031807_3.18.7-031807.201502110759_all.deb
$ wget http://kernel.ubuntu.com/~kernel-ppa/mainline/v3.18.7-vivid/linux-image-3.18.7-031807-generic_3.18.7-031807.201502110759_i386.deb

Lakukan installasi dengan memasukan perintah berikut ini kemudian tunggu beberapa saat ini akan memakan waktu yang cukup lama:

$ sudo dpkg -i linux-headers-3.18.7* && sudo dpkg -i linux-image-3.18.7*

Kemudian reboot atau restar komputer kamu seperti biasa atau bisa melalui terminal dengan memasukan perintah berikut:

$ sudo reboot

Setelah proses rebooting selesai secara otomatis kernel akan diperbaharui secara otomatis ke versi 3.18.7 untuk melihatnya kamu dapat mengetikan perintah uname -a di terminal, sekian dari penulis selamat mencoba dan semoga berhasil. Salam TI.NET ^_^.

Cara Mengetahui Detail VGA Card di Ubuntu

Hallo sobat TI.NET apa kabar.??? Pada kesempatan yang baik ini penulis akan sedikit berbagai mengenai bagaimana cara kita untuk mengetahui kapasitas dari VGA Card yang terpasang di komputer yang sedang kita gunakan. Dalam kasus ini penulis menggunakan sistem operasi Linux Ubuntu.

Ada dua cara yang bisa dilakukan untuk melihat detail dari VGA Card yang digunakan di komputer, pertama melalui terminal dengan lspci kemudian yang kedua dengan bantuan aplikasi hardinfo. Untuk lebih jelasnya silakan ikuti langkah-langkah berikut ini:

Dengan menggunakan lspci
Buka terminal dan masukan perintah dibawah ini:

$ sudo update-pciids
Downloaded daily snapshot dated 2015-02-23 03:15:02
$ lspci | grep -E "VGA|3D"
00:02.0 VGA compatible controller: Intel Corporation Mobile GM965/GL960 Integrated Graphics Controller (primary) (rev 0c)
$ sudo lspci -v -s 00:02.0
00:02.0 VGA compatible controller: Intel Corporation Mobile GM965/GL960 Integrated Graphics Controller (primary) (rev 0c) (prog-if 00 [VGA controller])
Subsystem: Dell Device 026f
Flags: bus master, fast devsel, latency 0, IRQ 46
Memory at f8000000 (64-bit, non-prefetchable) [size=1M]
Memory at d0000000 (64-bit, prefetchable) [size=256M]
I/O ports at 1800 [size=8]
Expansion ROM at <unassigned> [disabled]
Capabilities: [90] MSI: Enable+ Count=1/1 Maskable- 64bit-
Capabilities: [d0] Power Management version 3
Kernel driver in use: i915

Perhatikan keterangan yang penulis beri tanda garis bawah dan berwarna merah, itu merupakan PCIid dari VGA Card yang terpasang pada komputer. Berikutnya dengan menggunakan ID tersebut kita dapat mengetahui detail dari pada VGA Card yang terpasang di komputer.

hardinfo terminal

Dengan menggunakan hardinfo
Buka terminal dan install hardinfo dengan perintah berikut ini kemudian buka:

$ sudo apt-get install hardinfo
$ hardinfo

Lihat bagian kiri, pilih PCI Devices, lalu pada kolom bagian kanan atas klik VGA compatible controller. Nah pada bagian bawah merupakan detail lengkap dari VGA yang terpasang di komputer. Untuk keterangan lebih lanjut silakan lihat gambar dibawah ini:

hardinfo

Sekian dari penulis semoga bermanfaat dan salam TI.NET ^.^.

Management Program dengan Task Scheduler

Satu dari banyak kelebihan Windows diantaranya adalah dengan adanya Task Scheduler. Kita dapat dengan bebas menjalankan program atau bahkan menjalankan perintah untuk terminal atau lebih dikenal sebagai CMD. Tidak hanya sampai disitu saja, Task Scheduler juga mampu melakukan management waktu atau pengaturan waktu terhadap program atau perintah CMD yang ingin kita lakukan dengan leluasa, entah itu program akan dijalankan ketika komputer dihudupkan atau juga menambahkan delay atau jeda waktu terhadap program tersebut.

Pada kesempatan kali ini, penulis ingin coba berikan sedikit langkah-langkah, tips dan tricks yang bisa kamu lakukan dengan Task Scheduler. Task Scheduler bisa kamu buka (Windows 7) dengan klik Start Button –> All Programs –> Accessories –> System Tools –> Task Scheduler. Kita bisa lihat ada sebuah jendela kecil dibagian kanan tampilan jendela awal Task Scheduler, untuk saat ini coba klik Create Task… untuk membuat sebuah penjadwalan baru.

task scheduler 1

Jendela Create Task akan muncul, silakan kamu masukan nama dari Task Schedule, deskripsi dan yang lainnya sesuai dengan yang kamu inginkan, sebagai contoh lihat gambar dibawah ini.

task scheduler 2

Klik tabs New Action untuk mulai memilih program, akan muncul jendela baru. Pada bagian Action pilih Start a program. Dan pada bagian Program/script masukan letak file program yang akan kita jalankan dengan mengklik Browse… dan cari, setelah ketemu klik Ok.

task scheduler 3

Setelah dari tabs New Action, sekarang kita beralih ke New Trigger. Dalam New Trigger inilah kita dapat melakukan pengaturan waktu, kapan program akan dijalankan, ketika apa program akan dijalankan, berapa lama jeda waktu yang kita berikan hingga program akan dijalankan dan lain sebagainya, setelah selesai klik Ok.

task scheduler 4

Setelah semuanya selesai klik Ok dan keluar, kita bisa melihat daftar dari Task Scheduler yang akan dijalankan Windows pada bagian Task Scheduler Library dan gambar dibawah ini contohnya.

task scheduler 5

Selesai sampai disini, keluar dari program Task Scheduler dan restart komputer kamu untuk melihat hasil dari program Task Scheduler yang kamu lakukan. Sekian dari penulis, semoga bermanfaat dan mohon maaf apabila terdapat kesalahan dalam penulisan. Salam TI.NET ^_^

Install Code::Blocks di Debian

Apa itu Code::Blocks IDE.??? Code::Blocks meruapakan sebuah perangkat lunak berbasis cross-platform IDE yang gratis dan bersifat open source serta juga mendukung banyak kompiler seperti GCC, G++, atau bahkan Visual C++. Code::Blocks sendiri dibuat dengan menggunakan bahasa C dan sengaja diciptakan untuk mempermudah pekerjaan manusia dalam membuat sebuah program dengan bahasa yang sama atau yang lainnya, seperti C, C++, C# dan lain sebagainya.

Pada kesempatan kali ini penulis akan bahas cara melakukan penginstallan software Code::Blocks ini pada sebuah sistem operasi linux, yakni Debian. Mengapa hal sekecil ini meski dibahas.??? Jawabannya adalah tidak semua orang familiar dengan cara sebuah sistem linux menginstall sebuah software, ada banyak cara dan metode yang berbeda antara penginstallan sebuah software dengan software yang lainnya.

Tanpa panjang lebar lagi silakan kamu ikuti langkah-langkah berikut ini :

Download software Code::Blocks di situs resminya yang beralamat di http://www.codeblocks.org/downloads/26#linux. Sesuaikan dengan distro yang kamu gunakan, dalam kasus ini penulis menggunakan Debian 32-bit.

Setelah software Code::Blocks terunduh lengkap, sekarang coba kamu masuk ke direktori yang sama dengan tempat kamu meletakan file unduhan Code::Blocks tadi lalu ekstraklah. Untuk lebih jelasnya masukan perintah dibawah ini

# cd /home/<username>/Downloads/
# ls
codeblocks-13.12-1_i386.debian.stable.tar.xz
# tar xf codeblocks-13.12-1_i386.debian.stable.tar.xz
# ls
codeblocks-13.12-1_i386.debian.stable.tar.xz
debian-stable

Setelah kamu berhasil melakukan ekstraksi akan muncul sebuah direktori baru, sekarang kamu masuk ke direktori tersebut (/debian-stable/i386) dengan perintah

# cd /debian-stable/i386/
# ls
codeblocks_13.12-1_i386.deb
codeblocks-common_13.12-1_all.deb
codeblocks-contrib_13.12-1_i386.deb
codeblocks-contrib-common_13.12-1_all.deb
codeblocks-contrib-dbg_13.12-1_i386.deb
codeblocks-dbg_13.12-1_i386.deb
codeblocks-dev_13.12-1_i386.deb
codeblocks-headers_13.12-1_all.deb
codeblocks-libwxcontrib0_13.12-1_i386.deb
codeblocks-wxcontrib-dev_13.12-1_i386.deb
codeblocks-wxcontrib-headers_13.12-1_all.deb
libcodeblocks0_13.12-1_i386.deb
libwxsmithlib0_13.12-1_i386.deb
libwxsmithlib0-dev_13.12-1_i386.deb
wxsmith-dev_13.12-1_i386.deb
wxsmith-headers_13.12-1_all.deb

Tentu dengan perintah ls kamu akan melihat banyak file berekstensi .deb disana, itulah yang akan kita lakukan, menginstall seluruh paket software tersebut dengan perintah

# dpkg -i *.deb

Jika kamu melihat pesan error tampil karena dibutuhkannya paket dependensi, kamu tidak usah cemas masukan perintah force install seperti dibawah ini

# apt-get -f install

Dan tunggu hingga proses installasi selesai

Jika proses installasi sudah berakhir dan tidak ada lagi pesan error, itu tandanya kamu sudah berhasil memasang Code::Blocks di sistem Debian kamu. Untuk melihatnya silakan masuk ke Applications > Programming > Code::Blocks IDE

Sekian sampai disini yang bisa penulis sampaikan untuk kesempatan kali ini, semoga bermanfaat dan salam TI.NET ^_^

Install Java di Peramban Web Debian

Hallo sobat TI.NET apa kabar.??? Dipagi menjelang siang yang cerah ini penulis akan berbagi sedikit tentang Java nih, lebih lengkapnya tentang bagaimana installasi Oracle Java di peramban web atau web browser yang ada dilinux, Debian khususnya. Sebelum masuk ke langkah-langkah berikutnya, alangkah baiknya kamu mengikuti tutorial penulis terlebih dahulu yang berjudul untuk memahami apa itu Java dan bagaimana cara menginstall Java di komputer Debianmu. Jika didalam sistem komputer yang kamu pakai sudah terpasang Java (yang terbaru khususnya), maka kamu dapat melanjutkan membaca kelanjutan dari artikel ini.

Untuk Google Chrome
Buat sebuah direktori baru, disana akan dijadikan direktori tempat menyimpan plugin-plugin. Untuk lebih jelasnnya masukan perintah dibawah ini
# mkdir -p /opt/google/chrome/plugins
Kemudian buat symbolic link dari plugin java yang sudah terisntall dikomputermu lalu petakan pada direktori plugin yang barusan kamu buat, lihat perintah dibawah ini untuk lebih jelasnya
# ln -s /usr/java/jdk1.7.0_51/jre/lib/i386/libnpjp2.so /opt/google/chrome/plugins
Lihat dan pastikan pekerjaan yang kamu lakukan benar, yakni menyalin file libnpjp2.so
# cd /opt/google/chrome/plugins/
# ls
libnpjp2.so

Untuk Mozilla Firefox
Sama seperti halnya pada Google Chrome, kamu buat sebuah direktori baru dalam direktori Firefox (jika belum ada), setelah itu buat symbolic link dan petakan di direktori plugin tersebut (Mozilla Firefox). Lihat perintah dibawah ini
# ln -s /usr/local/java/jdk1.7.0_51/jre/lib/i386/libnpjp2.so /usr/lib/mozilla/plugins/
Pastikan hasil kerja kamu benar
# cd /usr/lib/mozilla/plugins/
# ls
flash-mozilla.so libnpjp2.so
libgnome-shell-browser-plugin.so librhythmbox-itms-detection-plugin.so

Pemasangan telah selesai kini tiba saatnya untuk pengujian, coba sekarang kamu buka salah satu dari kedua peramban web diatas lalu kamu buka situs java atau situs lainnya yang dapat mencek apakah dalam peramban web yang kamu gunakan sudah terinstall java atau belum. Jika pada saat kamu melakukan pengecekan di situs java itu sendiri kemudian kamu menembukan error atau pemberitahuan untuk mengizinkan menjalankan java, maka yang kamu pilih adalah itu, biarkan java berjalan di permaban webmu atau Allow Java Permission Request.

Dan berikut adalah hasil yang penulis dapatkan untuk peramban web Google Chrome yang sudah dipasang plugin java didalamnya.

java1

Sekian dari penulis, semoga bermanfaat dan berhasil. Salam TI.NET ^_^

Install Java di Debian

Apa itu java.??? Berikut pengertian java yang penulis kutip dari wikipedia bahasa Indonesia “Java merupakan bahasa pemrograman yang bersifat umum/non-spesifik (general purpose), dan secara khusus didisain untuk memanfaatkan dependensi implementasi seminimal mungkin. Karena fungsionalitasnya yang memungkinkan aplikasi java mampu berjalan di beberapa platformsistem operasi yang berbeda, java dikenal pula dengan slogannya, “Tulis sekali, jalankan di mana pun“. Saat ini java merupakan bahasa pemrograman yang paling populer digunakan, dan secara luas dimanfaatkan dalam pengembangan berbagai jenis perangkat lunak aplikasi ataupun aplikasi berbasis web.”. Java dapat dijalankan di berbagai perangkat komputer termasuk telpon genggam, sehingga kesimpulan dari pengertian diatas adalah perlu kita melakukan penginstallan sebuah software untuk mendukung bahasa pemrograman java di komputermu, Debian khususnya karena pada kesempatan kali ini penulis akan membahasnya di Debian.

Tanpa panjang lebar lagi, langsung saja ikuti langkah-langkah berikut ini, namun sebelum beranjak ke langkah-langkah alangkah baiknya kita menentukan platform mana yang akan kita gunakan, dalam contoh ini penulis akan menggunakan Oracle Java. Maka dari itu silakan untuk mengunduhnya terlebih dahulu di laman resmi Oracla Java, link : http://www.oracle.com/technetwork/java/javase/downloads/jdk7-downloads-1880260.html

Langkah pertama dalam tutorial kali ini adalah melihat tipe bit sistem debian yang kamu gunakan, kamu dapat melihatnya dengan memasukan perintah dibawah ini

# file /sbin/init
/sbin/init: ELF 32-bit LSB executable, Intel 80386, version 1 (SYSV), dynamically linked (uses shared libs), for GNU/Linux 2.6.26, BuildID[sha1]=0x6f99a4bee43009171bce9fa5457099aafaf2f753, stripped

Lihat keterangan berwarna merah, itu menunjukan bahwa sistem komputer debian yang penulis gunakan adalah 32-bit.

Download file arsip Oracle Java pada link yang telah penulis sertakan diatas sesuai dengan sistem yang kamu gunakan, dalam kasus ini 32-bit.

Setelah kamu selesai mengunduh file arsip Oracle Java tersebut, coba sekarang cek apakah sudah terdapat Java Development Kit di sistem debian kamu atau belum dengan memasukan perintah dibawah ini

# java -version
java version "1.6.0_27"
OpenJDK Runtime Environment (IcedTea6 1.12.5) (6b27-1.12.5-1)
OpenJDK Client VM (build 20.0-b12, mixed mode)

Jika tampilannya seperti diatas, itu tandanya di sistem debian kamu sudah terpasang yang dan secara default dengan versi lama, maka dari itu tetap ikuti langkah-langkah berikutnya

Edit file profile yang berada di direktori /etc, disana kamu akan menentukan lokasi untuk java yang baru, masukan perintah dibawah ini

# nano /etc/profile

Tambahkan script dibawah ini pada bagian paling akhir

JAVA_HOME=/usr/java/jdk1.7.0_51
PATH=$PATH:$HOME/bin:$JAVA_HOME/bin
export JAVA_HOME
export PATH

Sehingga keseluruhan file /etc/profile adalah sebagai berikut

# /etc/profile: system-wide .profile file for the Bourne shell (sh(1))
# and Bourne compatible shells (bash(1), ksh(1), ash(1), ...).

if [ "`id -u`" -eq 0 ]; then
    PATH="/usr/local/sbin:/usr/local/bin:/usr/sbin:/usr/bin:/sbin:/bin"
else
    PATH="/usr/local/bin:/usr/bin:/bin:/usr/local/games:/usr/games"
fi
export PATH

if [ "$PS1" ]; then
    if [ "$BASH" ] && [ "$BASH" != "/bin/sh" ]; then
        # The file bash.bashrc already sets the default PS1.
        # PS1='\h:\w\$ '
        if [ -f /etc/bash.bashrc ]; then
            . /etc/bash.bashrc
        fi
    else
        if [ "`id -u`" -eq 0 ]; then
            PS1='# '
        else
            PS1='$ '
        fi
    fi
fi

# The default umask is now handled by pam_umask.
# See pam_umask(8) and /etc/login.defs.

if [ -d /etc/profile.d ]; then
    for i in /etc/profile.d/*.sh; do
        if [ -r $i ]; then
            . $i
        fi
    done
    unset i
fi

JAVA_HOME=/usr/java/jdk1.7.0_51
PATH=$PATH:$HOME/bin:$JAVA_HOME/bin
export JAVA_HOME
export PATH

Setelah selesai dengan file profile, salin Oracle Java yang sudah kamu download tadi ke direktori /usr/java kemudian ekstrak dengan perintah berikut

# cp /home/<user>/Downloads/jdk-7u51-linux-i586.tar.gz /usr/java
# cd /usr/java/
# tar xvzf jdk-7u51-linux-i586.tar.gz

Setelah proses ekstraksi selesai, maka akan terbentuk sebuah direktori baru yakni jdk1.7.0_51

Masukan beberapa perintah dibawah ini untuk mengenalkan Oracle Java yang baru ke sistem debian milik kamu atau yang sedang kamu gunakan

# sudo update-alternatives --install "/usr/bin/java" "java" "/usr/java/jdk1.7.0_51/bin/java" 1
# sudo update-alternatives --install "/usr/bin/javac" "javac" "/usr/java/jdk1.7.0_51/bin/javac" 1
# sudo update-alternatives --install "/usr/bin/javaws" "javaws" "/usr/java/jdk1.7.0_51/bin/javaws" 1
# sudo update-alternatives --set java /usr/java/jdk1.7.0_51/bin/java
# sudo update-alternatives --set javac /usr/java/jdk1.7.0_51/bin/javac
# sudo update-alternatives --set javaws /usr/java/jdk1.7.0_51/bin/javaws

Setelah selesai coba reload profile dengan perintah

#. /etc/profile

Sekarang coba kamu cek kembali versi javanya dengan perintah

# java -version
java version "1.7.0_51"
Java(TM) SE Runtime Environment (build 1.7.0_51-b13)
Java HotSpot(TM) Client VM (build 24.51-b03, mixed mode)

Terlihat jika Oracle Java telah berhasil terpasang dan terbaharui

Mount Storage Devices di Debian

Hi sobat TI.NET apa kabar.??? Pada kesempatan kali ini penulis akan coba bahas tentang bagaimana caranya untuk mounting storage device seperti flashdisk di Debian 7 Wheezy. Untuk apa hal tersebut dilakukan.??? Mungkin itu dasarnya, di dunia linux terjadi kerenggangan hak akses yang sangat jauh berbeda antara user biasa dengan super user (root), user biasa hanya dapat mengatur apapun yang ada dalam direktorinya itupun jika tidak dibatasi oleh super user sedangkan super user adalah yang memegang hak akses penuh atas setiap hal yang ada didalam sistem linux itu sendiri. Dan pengelolaan storage device seperti flashdisk adalah dibawah super user, sehingga tidak sembarangan user biasa dapat mengaksesnya.

Bagi kamu yang menggunakan mode GUI, GNOME misalnya yang secara default sudah menyetarakan pengelolaan untuk setiap storage device mungkin hal ini tidak pernah kamu jumpai, namun berbeda dengan orang yang secara keseluruhan menggunakan mode konsol atau terminal, hal ini mungkin akan sangat penting untuk diketahui. Maka dari itu, berikut ini adalah langkah-langkah yang harus kamu ikuti untuk dapat melakukan pengelolaan storage device di Debian, pengguna konsol khususnya :

Langkah pertama, masukan storage device yang kamu butuhkan untuk bahan praktek ke port USB yang ada dikomputermu, misalnya flashdisk.
Masuk atau login sebagai super user, kemudian masukan perintah berikut untuk memindai label dari storage device yang masuk ke komputer baik lewat port USB atau port yang lainnya

# fdisk -l

Misalkan hasil keluaran yang muncul adalah sebagai berikut :

root@sm-desktop:/home/sandimulyadi# fdisk -l
Disk /dev/sda: 320.1 GB, 320072933376 bytes
255 heads, 63 sectors/track, 38913 cylinders, total 625142448 sectors
Units = sectors of 1 * 512 = 512 bytes
Sector size (logical/physical): 512 bytes / 512 bytes
I/O size (minimum/optimal): 512 bytes / 512 bytes
Disk identifier: 0x0003a209

Device Boot Start End Blocks Id System
/dev/sda1 * 63 307194929 153597433+ 7 HPFS/NTFS/exFAT
/dev/sda2 307194930 409593239 51199155 7 HPFS/NTFS/exFAT
/dev/sda3 409593240 625121279 107764020 f W95 Ext'd (LBA)
/dev/sda5 409593303 625121279 107763988+ 7 HPFS/NTFS/exFAT

Disk /dev/sdb: 30.0 GB, 30020272128 bytes
255 heads, 63 sectors/track, 3649 cylinders, total 58633344 sectors
Units = sectors of 1 * 512 = 512 bytes
Sector size (logical/physical): 512 bytes / 512 bytes
I/O size (minimum/optimal): 512 bytes / 512 bytes
Disk identifier: 0x0007768e

Device Boot Start End Blocks Id System
/dev/sdb1 * 2048 56154111 28076032 83 Linux
/dev/sdb2 56156158 58632191 1238017 5 Extended
/dev/sdb5 56156160 58632191 1238016 82 Linux swap / Solaris

Disk /dev/sdc: 2003 MB, 2003795968 bytes
32 heads, 63 sectors/track, 1941 cylinders, total 3913664 sectors
Units = sectors of 1 * 512 = 512 bytes
Sector size (logical/physical): 512 bytes / 512 bytes
I/O size (minimum/optimal): 512 bytes / 512 bytes
Disk identifier: 0x00000000

Device Boot Start End Blocks Id System
/dev/sdc1 * 63 3913055 1956496+ b W95 FAT32

Kita bisa lihat script yang diberi warna merah, itulah flashdisk yang penulis gunakan. Disana kita bisa lihat jika Device Boot untuk flashdisk yang penulis gunakan adalah /dev/sdc1 dan kita akan gunakan itu sebagai informasi untuk langkah selanjutnya.

Lakukan mounting dari direktori Device Boot /dev/sdc1 tadi ke direktori /mnt dengan perintah sebagai berikut :

# mount /dev/sdc1 /mnt

Setelah ter-mount sekarang coba kamu beralih ke direktori /mnt dan kamu bisa lihat daftar file atau folder yang ada disana

# cd /mnt
# ls

Selesai sampai disitu, kini kamu tinggal salin file atau folder baik dari atau ke folder /mnt. Sedangkan untuk melakukan umount kamu bisa memasukan perintah berikut ini

# umount /dev/sdc1 /mnt

Kemudian eject flashdisk tadi dengan perintah berikut

# eject /dev/sdc1

Oia, jika kamu langsung menyalin sebuah file atau folder dari direktori /mnt tadi, otomatis yang melakukannya adalah super user (root) dan hal itu jika dikemudian saat kamu membuka file atau folder tersebut dengan user biasa otomatis hal tersebut tidak akan berhasil. Mengapa.??? Karena file permissionnya hanya dimiliki oleh super user dan tidak dimiliki oleh user biasa. Maka dari itu berikan hak akses atau ubah hak kepemilikan atas file atau folder tersebut dengan perintah

# cp /mnt/<nama file atau folder> /home/<nama user>/<direktori tujuan>
# cd /home/<nama user>/<direktori tujuan>

Untuk mengubah hak kepemilikan terhadap user tertentu masukan perintah

# chown namauser:groupuser <nama file atau folder>

Untuk mengubah hak akses masukan perintah

# chmod 777 <nama file atau folder>

Selesai sampai disini dari penulis untuk kesempatan pada kali ini, semoga bermanfaat, selamat mencoba dan semoga berhasil. Salam TI.NET ^_^

Pengaturan Screensaver di Debian 7 Wheezy

Screensaver adalah sebuah fasilitas yang tentu sangat dibutuhkan dalam dunia komputer yang mana perannya adalah membuat peralihan tampilan bilamana komputer dalam kondisi tidak digunakan dalam kurun waktu yang telah ditentukan. Jika dilihat dari nama kemudian maknakan kedalam bahasa Indonesia, Screen artinya tampilan layar dan Saver artinya penjaga, jadi bisa diartikan screensaver sebagai penjaga tampilan layar. Lebih jauh lagi, ketika kita tidak menggunakan komputer dalam kurun waktu yang lama, komputer tersebut tentu akan tetap pada tampilan terakhir kita menggunakannya dan tetap fokus pada itu, efeknya ketika kita menggerakan kursor misalnya, logika kita adalah komputer tersebut tentu akan terkejut. Untuk itulah screensaver dibuat, ya untuk menjaga layar tampilan komputer tetap aman.

Di dalam Linux, khususnya Debian ada sebuah screensaver default yakni gnome-screensaver itupun jika kamu menggunakan gnome sebagai GUI tampilan debianmu. Screensaver yang akan ditampilkan oleh gnome-screensaver hanyalah tampilan blank hitam saja yang kemudian mensetting layar ke dalam mode mati (tanpa tombol power). Tentu itu akan sedikit mengurangi nilai estetika atau keindahan komputermu bukan.??? Untuk itulah penulis menulis artikel ini, yakni untuk menjelaskan tentang bagaimana cara menggantikan gnome-screensaver (default) dengan xscreensaver yang didalamnya terdapat banyak varian tampilan screensaver. Tanpa panjang lebar lagi ikuti langkah-langkah berikut ini :

Remove atau uninstall software gnome-screensaver terlebih dahulu dengan memasukan perintah dibawah ini

# apt-get remove gnome-screensaver
# dpkg -P gnome-screensaver

Kemudian install paket software xscreensaver dengan perintah dibawah ini

# apt-get install xscreensaver

Setelah proses installasi selesai, silakan restart komputer kamu

Setelah komputer kamu nyala kembali, buka terminal atau konsol sebagai user biasa lalu masukan perintah dibawah ini

$ xscreensaver

Akan muncul tampilan seperti gambar dibawah ini kemudian klik Settings

xscreensaver

Maka akan muncul kembali tampilan pengaturan screensaver seperti gambar dibawah ini

xscreensaver1

Nah setelah, kamu hanya tinggal melakukan pengaturan untuk tampilan screensaver yang diinginkan serta merubah waktu penampilannya

Selesai sampai disini, selamat mencoba, semoga berhasil dan salam TI.NET ^_^

Disable Permintaan Auto Remove di Debian

Hallo sobat TI.NET apa kabar.??? Di pagi yang mudah-mudahan cerah ini penulis akan sedikit berbegai tentang auto remove di Debian. Apa itu auto remove.??? Auto remove diguanakan atau dibutuhkan dalam dunia linux (Debian khususnya) untuk mempermudah kita dalam melakukan uninstall beberapa paket software yang direkomendasikan oleh sistem untuk dihapus secara massal. Secara otomatis sistem linux akan mendeteksi paket software mana saja yang bersangkutan dengan software yang lain dan hal itu dianggap sebagai sampah karena sudah tidak berguna dan hanya menambah data penyimpanan saja.

Namun, tidak semua software-software tersebut bersifat sampah. Terkadang sistem juga yang mengalami error, misalnya ketika kita hendak melakukan installasi untuk software gnome-terminal, secara otomatis sistem akan meminta kita untuk meng-uninstall terlebih dahulu software gnome-desktop-environment, maka muncullah tampilah seperti dibawah ini (contoh) :

Reading package lists... Done
Building dependency tree
Reading state information... Done
The following packages were automatically installed and are no longer required:
aisleriot ant ant-optional argyll at-spi2-core baobab browser-plugin-gnash
caribou caribou-antler cheese dconf-tools empathy empathy-common espeak-data
file-roller finger fonts-cantarell fonts-opensymbol fonts-sil-gentium
fonts-sil-gentium-basic fonts-stix gcalctool gdebi gdm3 gedit gedit-common
gedit-plugins gir1.2-atspi-2.0 gir1.2-gdata-0.0 gir1.2-gnomekeyring-1.0
gir1.2-goa-1.0 gir1.2-gtop-2.0 gir1.2-gucharmap-2.90
gir1.2-javascriptcoregtk-3.0 gir1.2-rb-3.0 gir1.2-tracker-0.14
gir1.2-webkit-3.0 gir1.2-wnck-3.0 glchess glines gnash gnash-common gnect
gnibbles gnobots2 gnome-backgrounds gnome-color-manager gnome-dictionary
gnome-disk-utility gnome-documents gnome-font-viewer gnome-games
gnome-games-data gnome-games-extra-data gnome-icon-theme-extras gnome-mag
gnome-nettool gnome-orca gnome-packagekit gnome-packagekit-data
gnome-screenshot gnome-shell-extensions gnome-sudoku gnome-system-log
gnome-tweak-tool gnome-video-effects gnomine gnotravex gnotski gnuchess
gnuchess-book grilo-plugins-0.1 gtali gucharmap guile-2.0-libs
hamster-applet hyphen-en-us iagno inkscape iputils-tracepath
libapache-pom-java libatk-adaptor libatk-adaptor-data libatk-bridge2.0-0
libatspi1.0-0 libatspi2.0-0 libavahi-gobject0 libavahi-ui-gtk3-0 libblas3gf
libbonoboui2-0 libbonoboui2-common libboost-program-options1.49.0
libboost-thread1.49.0 libbrlapi0.5 libcaribou-gtk-module
libcaribou-gtk3-module libcmis-0.2-0 libcolamd2.7.1 libcolorblind0
libcommons-beanutils-java libcommons-collections3-java
libcommons-compress-java libcommons-digester-java libcommons-logging-java
libcommons-parent-java libdb-java libdb-je-java libdb5.1-java
libdb5.1-java-jni libdee-1.0-4 libdiscid0 libdmapsharing-3.0-2 libdotconf1.0
libespeak1 libexttextcat-data libexttextcat0 libgail-common libgdict-1.0-6
libgdict-common libgdu-gtk0 libgeocode-glib0 libgexiv2-1 libgnome-mag2
libgnomecanvas2-0 libgnomecanvas2-common libgnomeui-0 libgnomeui-common
libgpod-common libgpod4 libgraphite2-2.0.0 libgrilo-0.1-0 libgtk-vnc-2.0-0
libgupnp-av-1.0-2 libgupnp-dlna-1.0-2 libgvnc-1.0-0 libhsqldb-java
libhyphen0 libicc2 libicu4j-java libimdi0 libjaxp1.3-java libjline-java
libjtidy-java liblinear-tools liblinear1 liblouis-data liblouis2
liblucene2-java libmagick++5 libminiupnpc5 libmtp-common libmtp-runtime
libmtp9 libmythes-1.2-0 libnatpmp1 libplot2c2 libpstoedit0c2a libraw5
libregexp-java libreoffice libreoffice-base libreoffice-base-core
libreoffice-calc libreoffice-common libreoffice-core libreoffice-draw
libreoffice-emailmerge libreoffice-evolution libreoffice-filter-binfilter
libreoffice-filter-mobiledev libreoffice-gnome libreoffice-gtk
libreoffice-help-en-us libreoffice-impress libreoffice-java-common
libreoffice-math libreoffice-report-builder-bin libreoffice-style-galaxy
libreoffice-style-tango libreoffice-writer librhythmbox-core6
libservlet2.5-java libsofia-sip-ua-glib3 libsofia-sip-ua0 libsonic0
libspeechd2 libstlport4.6ldbl libsvm-tools libtelepathy-farstream2
libunique-3.0-0 libvisio-0.0-0 libwnck-common libwnck22 libwpd-0.9-9
libwpg-0.2-2 libwps-0.2-2 libxalan2-java libxerces2-java
libxml-commons-external-java libxml-commons-resolver1.1-java libxz-java
lightsoff lp-solve mahjongg media-player-info minissdpd
mobile-broadband-provider-info mythes-en-us nautilus-sendto-empathy
network-manager-gnome nmap p7zip-full perlmagick pstoedit python-brlapi
python-gconf python-gnome2 python-louis python-mako python-markupsafe
python-pyatspi python-pyatspi2 python-pyorbit python-speechd python-uno
python-wnck python-zeitgeist quadrapassel rdesktop rhythmbox rhythmbox-data
rhythmbox-plugin-cdrecorder rhythmbox-plugins rygel rygel-playbin
rygel-preferences rygel-tracker seahorse shotwell shotwell-common
simple-scan sound-juicer sound-theme-freedesktop speech-dispatcher
swell-foop task-desktop telepathy-gabble telepathy-idle telepathy-logger
telepathy-rakia telepathy-salut transmission-common transmission-gtk
ttf-liberation ttf-sil-gentium-basic uno-libs3 unoconv ure vinagre vino
xbrlapi xdg-user-dirs-gtk xfonts-mathml xul-ext-adblock-plus xulrunner-10.0
zeitgeist-core
Use 'apt-get autoremove' to remove them.
0 upgraded, 0 newly installed, 0 to remove and 0 not upgraded.

Namun kita tahu setelah kita melakukan install gnome-terminal kita tidak dapat lagi menggunakan tampilan grafis dari GNOME, maka dari itu kita mengurungkan niat untuk melakukannya. Namun kita akan sadar ketika kita hendak melakukan installasi untuk software yang lain, tampilan diatas akan terus tampil sampai kita melakukan uninstall. Namun disini penulis akan memberi solusi dengan tidak harus melakukan uninstall untuk semua software diatas, untuk menjadikan sistem debian kamu kembali berjalan normal.

Dengan menambahkan perintah disable auto remove pada file apt.conf yang berada pada direktori /etc/apt/ kita sudah dapat menghilangkan tampilan auto remove (disable auto remove), caranya :

# nano /etc/apt/apt.conf

Isi script kosong tersebut dengan script berikut :

# APT::Get::AutomaticRemove "0";
# APT::Get::HideAutoRemove "1";

Namun ada cara lain selain cara diatas, bedanya adalah cara diatas bersifat kontinu sedangkan cara dibawah ini hanya untuk sesaat setelah munculnya perintah auto remove dan kita tidak ingin melakukannya. Caranya adalah dengan memasukan perintah keep-all sebagai berikut :

# aptitude keep-all

Sekian dari penulis untuk kesempatan kali ini semoga bisa bermanfaat dan berhasil mengikutinya, salam TI.NET ^_^.