Sudo Debian

Sudo atau SUper-user DO adalah sebuah program yang diciptakan untuk memberikan hak akses lebih (hampir sama dengan superuser) pada beberapa user agar mampu mengeksekusi program sebagai root. Alasan kenapa kita perlu akan sudo ini adalah karena sudo lebih baik serta lebih aman daripada kita masuk ke sistem sebagai root langsung.
Beberapa alasan lainnya adalah: 1. Semua orang tidak perlu password root karena sudo akan meminta hanya password user saja. Hak istimewa lebih dapat dibuat secara sementara atau temporari tanpa perlunya perubahan password. 2. Sangat memudahkan user untuk menggunakan hak istimewa melaui sudo dan karena sebagai user biasa maka dapat mengurangi kerusakan yang diakibatkan karena kesalahan. 3. Auditing/logging, ketika sebuah sudo dieksekusi, maka pengguna dan perintah yang bersangkutan saja yang berkaitan dengan sudo tersebut.
Berikut cara menambahkan user pada sudo:

# adduser <nama user> sudo

Setelah user ditambahkan pada grup sudo maka kamu perlu keluar atau logout dari sistem terlebih dahulu untuk mendapatkan perubahan dari sistem terhadap user yang bersangkutan tersebut setelah itu kamu masuk kembali dengan user yang sudah ditambahkan tersebut. Sekarang user yang bersangkutan tersebut telah siap mengeksekusi program dengan sudo.
Berikut tampilan pertama kali jika kamu mulai mengeksekusi program dengan perintah sudo:

We trust you have received the usual lecture from the local System
Administrator. It usually boils down to these three things:
    #1) Respect the privacy of others.
    #2) Think before you type.
    #3) With great power comes great responsibility.
[sudo] password for sandimulyadi:

Konfigurasi untuk sudo juga dapat diatur pada file /etc/sudoers atau direktori /etc/sudoers.d/

Cara Menambahkan Tombol Minimize dan Maximize di Debian 8 Jessie

Hallo sobat TI.NET, apa kabar.??? Pada kesempatan sebelumnya penulis sudah membahas bagaimana cara mengupgrade ke Debian 8 Jessie. Jika kamu ingin melihatnya bisa buka link berikut ini http://www.teknikinformatika.net/2015/05/14/upgrade-debian-wheezy-ke-jessie/. Salah satu permasalahan dari Debian 8 Jessie, secara default setiap jendela aplikasi tidak disertai dengan tombol maximize dan minimize bukan.??? Nah, maka dari itu penulis akan membahas cara menampilkan tombol minimize dan maximis di Debian 8 Jessie.

Tanpa panjang lebar lagi berikut adalah langkah-langkahnya:

Main Menu > System Tools > dconf Editor

atau

$ sudo dconf-editor

Setelah jendela dconf Editor terbuka masuk tab berikut:

org > desktop > wm > preferences > button-layout

Secara default button-layout berisi appmenu:close ganti menjadi appmenu:minimize,maximize,close. Selesai sampai disini semoga bermanfaat dan berhasil. Salam TI.NET ^.^.

Upgrade Debian Wheezy ke Jessie

Hallo sobat TI.NET apa kabar.??? Setelah beberapa minggu yang lalu penulis update berita tentang Debian yang baru saja rilis ke versi 8 Jessie, pada kesempatan kali ini penulis akan bahas mengenai cara bagaimana mengupgrade dari Debian versi 7 Wheezy ke Debian versi 8 Jessie. Sebelum melakukan upgrading, penulis sarankan agar kamu menyalin atau membackup semua file penting yang ada di komputer. Setelah itu, pastikan koneksi internet kamu sedang dalam keadaan stabil, terkoneksi, cepat, dan tersisa banyak quota (bagi pengguna modem berquota).

Jika semua persiapan sudah ada sekarang kita langsung ke tahap upgrading.
1. Upgrade Sistem Wheezy
Sebelum mengupgrade ke Jessie, hal pertama yang harus dilakukan adalah mengupgrade Wheezy terlebih dahulu. Berikut perintahnya:

$ sudo apt-get update
$ sudo apt-get upgrade
$ sudo apt-get dist-upgrade

2. Upgrade ke Debian Jessie
Yang perlu kamu lakukan adalah menambahkan repositori Debian Jessie atau lelbih tepatnya mengganti repositoru Wheezy ke Jessie.

$ sudo sed -i 's/wheezy/jessie/g' /etc/apt/sources.list

Berikut lengkapnya:

deb http://kambing.ui.ac.id/debian/ jessie main contrib non-free
deb-src http://kambing.ui.ac.id/debian/ jessie main contrib non-free

deb http://kambing.ui.ac.id/debian-security/ jessie/updates main contrib non-fr$
deb-src http://kambing.ui.ac.id/debian-security/ jessie/updates main contrib no$

deb http://kambing.ui.ac.id/debian/ jessie-updates main contrib non-free
deb-src http://kambing.ui.ac.id/debian/ jessie-updates main contrib non-free
$ sudo apt-get update
$ sudo apt-get upgrade
$ sudo apt-get dist-upgrade

3. Restart Komputer
Setela semua proses update dan upgrade selesai dengan sempurna tanpa kendala, langkah terakhir adalah dengan merestart atau reboot komputer.

$ sudo apt-get reboot

Periksa status upgrade dengan perintah:

$ sudo hostnamectl

Static hostname: smpc
Icon name: computer-laptop
Chassis: laptop
Machine ID: 32980230b426aee1c36fa276553a318d
Boot ID: d863f2cdbe304f1eacd75efd5db48c74
Operating System: Debian GNU/Linux 8 (jessie)
Kernel: Linux 3.16.0-4-686-pae
Architecture: x86

Terlihat jika penulis telah berhasil melakukan upgrading ke Debian 8 Jessie, semoga beruntung dan salam TI.NET ^.^.

Debian 8 Jessie Telah di Rilis

Hallo sobat TI.NET apa kabar.??? Pada pagi hari yang cerah ini penulis akan berbagi kabar gembira untuk kita semua. Terlebih khusus kamu yang menggunakan Linux sebagai sistem operasi dasar komputer dan juga Debian. Kenapa dan ada apa dengan Debian.??? Yups, dua hari yang lalu lebih tepatnya tanggal 25 April 2015 secara resmi Debian merilis versi terbarunya atau Debian versi 8 Jessie. Tentu ini merupakan kabar yang sangat menggembirakan bukan bagi penggiat Debian 🙂

Bagi kamu yang sudah tidak sabar lagi ingin segera mencobanya silakan menuju link berikut untuk mengunduhnya https://www.debian.org/distrib/ untuk panduan installasinya bisa lihat di link berikut ini https://www.debian.org/releases/jessie/installmanual

Sekian dari penulis semoga kabar ini benar-benar membahagiakan. Salam TI.NET ^.^. Sumber berita bisa liat pada link berikut https://bits.debian.org/2015/04/jessie-released.html.

Membangkitkan dan Verifikasi Kode Hash SHA1SUM dan MD5SUM di Linux

Hallo sobat TI.NET apa kabar.??? Pada kesempatan kali ini penulis akan melanjutkan tulisan di tempo hari yang membahas mengenai betapa pentingnya melakukan verifikasi hash SHA1 dan MD5 untuk sistem operasi khusus Linux. Lihat Pentingnya Melakukan Verifikasi SHA1 dan MD5 Checksum di Linux. Kini penulis akan berbagi artikel mengenai bagaimana cara kita untuk melakukan generate atau membangkitkan kode hash SHA1 dan MD5 di Linux untuk sebuah file tertentu, tidak hanya itu saja penulis juga akan memberikan langkah-langkah melakukan verifikasi kode hash suatu file. Untuk tidak membuang waktu lagi kita masuk ke pembahasan pertama.

Membangkitkan kode hash MD5
Berikut adalah langkah-langkah untuk membangkitkan kode hash MD5 pada suatu file tertentu:
Pertama asumsikan kita memiliki sebuah file (bebas) yang sebelumnya kita belum tahu seperti apa kode hashnya. Bagi kamu yang bingung mengenai file tersebut, berikut ini adalah langkah contoh untuk membuat sebuah file berekstensi .txt sebagai file contoh kita:

$ touch TINEThash.txt
$ nano TINEThash.txt

Pada perintah nano tersebut silakan kamu isi dengan apapun (sembarang tulisan) kemudian setelah selesai bangkitkan kode MD5 dengan perintah dibawah ini:

$ md5sum TINEThash.txt
0d07376ae087a5dd087fff296695e3ec TINEThash.txt

Dalam kasus ini kita punya sebuah deret kode hash MD5 untuk file TINEThash.txt yakni 0d07376ae087a5dd087fff296695e3ec. Kode hash ini lah yang dimaksud dengan kode hash MD5 dari file TINEThash.txt. Ketika kita mengganti isi dari file tersebut kemudian kita melakukan pembangkitan untuk kode hash MD5 yang baru, maka kode tersebut akan berbeda dengan dengan sebelumnya, dan inilah yang dimaksud dengan keaslian isi dari file TINEThash.txt. Dan misalkan kamu akan mengirim file tersebut kepada seseorang diinternet, kemudian kamu juga mencantumkan kode hash dari file TINEThash.txt kemudian orang yang menerima file tersebut melakukan perhitungan dan verifikasi untuk kode hash sebagai berikut:

$ echo "0d07376ae087a5dd087fff296695e3ec TINEThash.txt" | md5sum -c -
TINEThash.txt: OK

Dengan demikian dapat dipastikan, selama transmisi atau pengiriman file kepada penerima tidak terjadi sabotase file atau pihak ketiga yang merubah isi file tersebut yang bisa saja sangat rahasia.
Disamping itu kamu juga dapat membangkitkan beberapa kode hash MD5 untuk beberapa file sekaligus kedalam sebuah file berekstensi .md5 dan berikut adalah contohnya:

$ touch TINEThash1.txt TINEThash2.txt TINEThash3.txt
$ nano TINEThash1.txt
$ nano TINEThash2.txt
$ nano TINEThash3.txt
$ md5sum TINEThash1.txt TINEThash2.txt TINEThash3.txt > TINEThash.md5
$ cat TINEThash.md5
b7e7e2b06a1c9a75209a0acd3a1c610e TINEThash1.txt
219ff89b208b3e218a82eb8697f105ff TINEThash2.txt
b00b67303e5769d0051152be02ee8026 TINEThash3.txt

Dan kamu juga dapat melakukan verifikasi untuk ketiga buah file itu secara serentak dengan perintah seperti dibawah ini:

$ md5sum -c TINEThash.md5
TINEThash1.txt: OK
TINEThash2.txt: OK
TINEThash3.txt: OK

Membangkitkan kode hash SHA1
Tidak jauh berbeda dengan bagaimana cara membangkitkan kode hash MD5, pada langkah untuk membangkitkan kode hash SHA1 kamu hanya perlu merubah md5sum dengan sha1sum. Berikut adalah contoh membagkitkan kode hash SHA1 untuk sebuah file berekstensi .txt (berlaku sama untuk file dengan ekstensi lainnya):

$ sha1sum TINEThash.txt
ead2c22a1ea2ade6562007032fa7b8d9e3a53881 TINEThash.txt

Sedangkan untuk melakukan perhitungan dan verifikasi kode hash SHA1 dapat dilakukan dengan cara seperti dibawah ini:

$ echo "ead2c22a1ea2ade6562007032fa7b8d9e3a53881 TINEThash.txt" | sha1sum -c -
TINEThash.txt: OK

Sama seperti halnya dengan pembangkitan kode hash MD5, pada pembangkitan kode hash SHA1 kamu juga dapat melakukannya untuk beberapa file sekaligus, berikut adalah contohnya:

$ sha1sum TINEThash1.txt TINEThash2.txt TINEThash3.txt > TINEThash.sha1
$ cat TINEThash.sha1
a21a92d7293d337c273d33400a8de9fa1616e988 TINEThash1.txt
a6a92a5c8a3cb50886ea9766f1a087211bd4e8a4 TINEThash2.txt
af2301d6cf2a293db56901035ea29d7517e1d233 TINEThash3.txt

Dan cara untuk melakukan perhitungan dan verifikasinya adalah sebagai berikut:

$ sha1sum -c TINEThash.sha1
TINEThash1.txt: OK
TINEThash2.txt: OK
TINEThash3.txt: OK

That’s it. Mungkin hanya itu yang bisa penulis bagikan untuk kesempatan kali ini. Mohon maaf apabila ada kekeliruan atau kesalahan dalam penyampaian maka dari itu penulis sangat membuka lebar untuk kritik dan saran dari kamu sekalian demi kesempurnaan setiap tulisan lainnya. Semoga bermanfaat dan salam TI.NET ^_^.

Pentingnya Melakukan Verifikasi SHA1 dan MD5 Checksum di Linux

Hallo sobat TI.NET apa kabar.??? Sudah beberapa hari penulis tidak menulis artikel nih pada kangen kah.??? 😀 Pada kesempatan kali ini penulis akan bahas mengenai hash sha1sum dan md5sum di Linux. Apa itu sha1sum dan md5sum.??? Didalam sebuah sistem operasi UNIX terdapat sistem yang dapat melakukan enkripsi demi menunjang keamanan sistem tersebut, salah satu dari banyak metode enkripsi tersebut adalah SHA1 dan MD5. Kedua contoh tersebut merupakan kriptografi modern yang paling eksis dan banyak digunakan karena tingkat keamanannya yang sangat baik. Dengan menggunakan sha1sum dan md5sum kita dapat melakukan perhitungan dan verifikasi sebuah hash SHA1 dan MD5 gunanya adalah ketika seorang berkirim sebuah file dengan orang lain maka orang yang menerima file akan segera mengetahui jika file itu memang asli dari orang yang mengirimnya ke dia langsung atau ada pihak ketiga yang mengubah isi file tersebut. Tentu ini merupakan suatu hal yang sangat penting jika melihat file seperti apa yang hendak dikirim.

Cara melakukan keamanan dengan menggunakan hash SHA1 dan MD5 adalah dengan membuat hash identitas untuk file yang akan dikirim, kemudian si pengirim memberi tahu si penerima hash tersebut (entah itu SHA1 atau MD5), setelah hash tersebut diketahui oleh si penerima maka ia lakukan verifikasi dengan sha1sum (untuk hash SHA1) atau md5sum (untuk hash MD5) terhadap file yang bersangkutan. Jika kode hash berbeda dengan kode hash file tersebut maka dapat dikatakan jika file sudah terkontaminasi atau sudah ada pihak ketiga yang merubah isinya. Pada umumnya hash SHA1 dan MD5 Checksum tidak harus selalu bersifat privasi dalam artian ada pihak yang memang menginginkan sebuah file dapat tersebar secara luas dengan publik mengetahui bahwa file tersebut asli dari dia yang mengirim. Sebagai contoh, ketika kita hendak mengunduh sebuah software atau sistem di internet kita disuguhkan dengan SHA1 Checksum atau MD5 Checksum, terkadang bahkan sering kita tidak melakukan verifikasi terhadap hash tersebut, setelah mengunduhnya lalu kita buka dan jalankan. Bagaimana kita tahu bahwa software atau file tersebut memang asli dari pihak yang mengunduhnya.??? Artinya bisa saja ketika kita mengunduh software atau file tersebut ada seseorang yang melakukan sabotase ke koneksi internet kita dan ketika kita mengunduh sebuah software atau file walaupun kelihatannya kita mengunduh disitus yang resmi padahal file yang kita unduh sudah disabotase. Itulah fungsi dari verifikasi SHA1 Checksum dan MD5 Checksum, untuk meyakinkan kita jika software atau file yang kita terima benar-benar asli. Sebagai contoh, penulis akan mengunduh sebuah sistem katakanlah IPFire pada alamat http://downloads.ipfire.org/latest. Kemudian setelah penulis mengunduhnya penulis lakukan verifikasi terhadap SHA1 Checksum sistem tersebut. Kode SHA1 Checksum yang dimaksud adalah seperti yang ditunjukan gambar dibawah ini (yang diberi tanda garis merah).

SHA1 checksum

Kebetulan dari pihak IPFire membuat hash SHA1, maka kita juga akan melakukan verifikasi dengan sha1sum. Bagaimana caranya.??? Mula-mula setelah kita mengunduh sistem ipfire-2.17.i586-full-core87.iso tersebut, di terminal kita masuk ke direktori dimana file tersebut disimpan setelah terunduh kemudian masukan perintah berikut ini diterminal untuk melakukan verifikasi. Sebelum itu, perlu dicatat jika hash file tersebut adalah 91d95a969141197c12e508bc5b20980f2278545b. Dengan hash inilah kita akan memverifikasi keaslian dari file yang kita unduh.

$ echo "91d95a969141197c12e508bc5b20980f2278545b ipfire-2.17.i586-full-core87.iso" | sha1sum -c -
ipfire-2.17.i586-full-core87.iso: OK

Dengan melihat hasil dari perhitungan dan verifikasi diatas kita dapat mengetahui jika file yang telah kita unduh tersebut memang file asli dari pemiliki situs IPFire. Kemudian bagaimana contoh jika file tersbut sudah dikontaminasi atau dimasukan sesuatu (virus misalnya).??? Berikut penulis sedikit menambahkan file kedalam file ipfire-2.17.i586-full-core87.iso kemudian penulis simpan, hal ini sebagai sebuah ilustrasi untuk memanipulasi file ipfire-2.17.i586-full-core87.iso yang asli. Kita lakukan hal yang sama yakni melakukan perhitungan dan verifikasi dengan menggunakan sha1sum dan hasil yang akan didapat adalah sebagai berikut:

$ echo "91d95a969141197c12e508bc5b20980f2278545b ipfire-2.17.i586-full-core87.iso" | sha1sum -c -
ipfire-2.17.i586-full-core87.iso: FAILED
sha1sum: WARNING: 1 computed checksum did NOT match

Mengapa hal tersebut dapat terjadi.??? Contoh diatas menunjukan jika file ipfire-2.17.i586-full-core87.iso adalah file palsu yang sudah dikontaminasi oleh pihak ketiga, hal ini ditunjukan dengan ketika kita hendak melakukan verifikasi terdapat perhitungan checksum yang tidak sesuai. Hal ini terjadi karena dalam setiap perubahan file, penambahan atau pengurangan, sistem UNIX akan melakukan perhitungan terhadap file tersebut kemudian membuat sebuah hash secara otomatis, sehingga hasil yang akan dikeluarkan akan berbeda dari mana file tersebut dibuat yang artinya satu file memiliki satu hash dan tidak tidak akan sama antara satu file dengan file yang lainnya kecuali dibuat di komputer, sistem, nama, dan isi yang sama. Well, jadi apakah penting melakukan verifikasi terhadap file yang kita unduh.??? Yups, mungkin secara personal hal ini tidak begitu penting, tapi bagaimana dengan jika kita berada diinstansi bisnis atau pemerintahan.??? Tentu ini akan menjadi sangat penting guna menjaga keaslian dari penerimaan dan pengiriman sebuah dokumen.

Sekian dari penulis semoga tulisannya bermanfaat dan mohon maaf apabila terdapat kesalahan atau kekeliruan dalam proses penulisan. Penulis adalah pemula maka kritik dan saran adalah umpan balik yang baik bagi penulis demi menyempurnakan setiap tulisan. Sekian dari penulis dan salam TI.NET ^_^.

Update Kernel 3.18.7 di Ubuntu 14.04

Hallo sobat TI.NET apa kabar.??? Pada kesempatan kali ini penulis akan berbagai tutorial mengenai bagaimana caranya untuk mengupdate atau memperbaharui Kernel di sistem operasi Linux Ubuntu. Sebelum lebih jauh lagi, kita sudah sehharusnya tahu dulu apa itu kernel. Kernel merupakan suatu perangkat lunak komputer yang mana berperan sebagai pengatur atau yang menghubungkan sistem operasi ke perangkat keras komputer atau hardware agar dapat berjalan seperti seharusnya (di Windows kita mengenalnya dengan driver), kurang lebih antara kernel dan driver memiliki fungsi dan peran yang sama dalam mengolah sumber daya perangkat keras.

Mengapa penulis memilih kernel versi 3.18.7 padalah kernel yang terbaru adalah kernel versi 3.19.??? Sebelum penulis menulis artikel ini, penulis melakukan uji coba terlebih dahulu dengan menupdate ke kernel versi 3.19 yang dalam situs resmi kernel merupakan versi terbaru yang paling setabil (lihat https://www.kernel.org/). Ternyata setelah penulis pasang di sistem operasi Linux Ubuntu 14.04 yang penulis gunakan, terdapat error “ACPI PCC Probe Failed” saat booting mungkin ini akan berbeda jika kamu menggunakan Distro dan versi dari Linux yang lainnya. Untuk itu penulis ganti ke versi 3.18.7 yang paling setabil di Ubuntu 14.04. Perlu dicatat pula penulis menggunakan komputer 32bit jadi penulis mengunduh kernel v3.18.7 untuk komputer 32bit, ini bisa disesuaikan dengan komputer yang kamu gunakan (jika komputer kamu 64bit maka unduh kernel untuk komputer 64bit).

Ok, tanpa panjang lebar lagi mari kita langsung ke langkah-langkah updating:
Kamu dapat mengunduh semua versi kernel 3.18.7 pada tautan berikut http://kernel.ubuntu.com/~kernel-ppa/mainline/v3.18.7-vivid/ atau kamu dapat melakukannya di terminal dengan memasukan perintah dibawah ini:

$ cd /tmp
$ wget http://kernel.ubuntu.com/~kernel-ppa/mainline/v3.18.7-vivid/linux-headers-3.18.7-031807-generic_3.18.7-031807.201502110759_i386.deb
$ wget http://kernel.ubuntu.com/~kernel-ppa/mainline/v3.18.7-vivid/linux-headers-3.18.7-031807_3.18.7-031807.201502110759_all.deb
$ wget http://kernel.ubuntu.com/~kernel-ppa/mainline/v3.18.7-vivid/linux-image-3.18.7-031807-generic_3.18.7-031807.201502110759_i386.deb

Lakukan installasi dengan memasukan perintah berikut ini kemudian tunggu beberapa saat ini akan memakan waktu yang cukup lama:

$ sudo dpkg -i linux-headers-3.18.7* && sudo dpkg -i linux-image-3.18.7*

Kemudian reboot atau restar komputer kamu seperti biasa atau bisa melalui terminal dengan memasukan perintah berikut:

$ sudo reboot

Setelah proses rebooting selesai secara otomatis kernel akan diperbaharui secara otomatis ke versi 3.18.7 untuk melihatnya kamu dapat mengetikan perintah uname -a di terminal, sekian dari penulis selamat mencoba dan semoga berhasil. Salam TI.NET ^_^.

Cara Mengetahui Detail VGA Card di Ubuntu

Hallo sobat TI.NET apa kabar.??? Pada kesempatan yang baik ini penulis akan sedikit berbagai mengenai bagaimana cara kita untuk mengetahui kapasitas dari VGA Card yang terpasang di komputer yang sedang kita gunakan. Dalam kasus ini penulis menggunakan sistem operasi Linux Ubuntu.

Ada dua cara yang bisa dilakukan untuk melihat detail dari VGA Card yang digunakan di komputer, pertama melalui terminal dengan lspci kemudian yang kedua dengan bantuan aplikasi hardinfo. Untuk lebih jelasnya silakan ikuti langkah-langkah berikut ini:

Dengan menggunakan lspci
Buka terminal dan masukan perintah dibawah ini:

$ sudo update-pciids
Downloaded daily snapshot dated 2015-02-23 03:15:02
$ lspci | grep -E "VGA|3D"
00:02.0 VGA compatible controller: Intel Corporation Mobile GM965/GL960 Integrated Graphics Controller (primary) (rev 0c)
$ sudo lspci -v -s 00:02.0
00:02.0 VGA compatible controller: Intel Corporation Mobile GM965/GL960 Integrated Graphics Controller (primary) (rev 0c) (prog-if 00 [VGA controller])
Subsystem: Dell Device 026f
Flags: bus master, fast devsel, latency 0, IRQ 46
Memory at f8000000 (64-bit, non-prefetchable) [size=1M]
Memory at d0000000 (64-bit, prefetchable) [size=256M]
I/O ports at 1800 [size=8]
Expansion ROM at <unassigned> [disabled]
Capabilities: [90] MSI: Enable+ Count=1/1 Maskable- 64bit-
Capabilities: [d0] Power Management version 3
Kernel driver in use: i915

Perhatikan keterangan yang penulis beri tanda garis bawah dan berwarna merah, itu merupakan PCIid dari VGA Card yang terpasang pada komputer. Berikutnya dengan menggunakan ID tersebut kita dapat mengetahui detail dari pada VGA Card yang terpasang di komputer.

hardinfo terminal

Dengan menggunakan hardinfo
Buka terminal dan install hardinfo dengan perintah berikut ini kemudian buka:

$ sudo apt-get install hardinfo
$ hardinfo

Lihat bagian kiri, pilih PCI Devices, lalu pada kolom bagian kanan atas klik VGA compatible controller. Nah pada bagian bawah merupakan detail lengkap dari VGA yang terpasang di komputer. Untuk keterangan lebih lanjut silakan lihat gambar dibawah ini:

hardinfo

Sekian dari penulis semoga bermanfaat dan salam TI.NET ^.^.

Menambahkan “REFRESH” ke Context Menu di Ubuntu

Hallo sobat TI.NET apa kabar.??? Di awal pekan ini penulis akan kembali berbagi tips dan tricks di Linux nih khususnya di Ubuntu. Sebelum kesana, kita perlu mengetahui terlebih dahulu apa itu Context Menu. Context Menu atau Menu Kontek muncul ketika kita melakukan klik kanan atau scondary mouse click (default right hand mouse user) di desktop atau space area yang bukan merupakan bagian dari sebuah software yang sedang berjalan.

Umumnya Context Menu dilakukan untuk melihat properties, copy and paste, create a new directory, dan lain sebagainya. Secara default di Linux tidak ada menu Refresh, hanya Windowslah yang memasukan menu Refresh pada Context Menu. Untuk itulah artikel ini dibuat, kita akan memasukan fungsi dari menu Refresh ke Linux Ubuntu. Apa kegunaanya.??? Sama seperti di Windows, Refresh di Context Menu berguna untuk menyegarkan kembali atau refreshing komputer yang sedang berjalan.

Jika kita ingin menambahkan Refresh menu di Context Menu Ubuntu maka kita perlu menambahkan reposiotry tambahan sebelum menginstallnya. Berikut adalah langkah-langkah yang harus dimasukan di terminal untuk dapat menambahkan Refresh di Context Menu:

$ sudo add-apt-repository ppa:nae-team/ppa
$ sudo apt-get update
$ sudo apt-get install nautilus-refresh
$ nautilus -q

Setelah semua langkah itu kamu ikuti dan laksanakan, sekarang kamu log out atau keluar dari Ubuntu dengan user yang sedang kamu gunakan kemudian log in kembali seperti biasa dan sekarang di desktop space area klik kanan. Dan “ta…da..” Refresh Menu sudah ada di Context Menu Ubuntu. Selamat mencoba dan semoga berhasil. Salam TI.NET ^.^.

refresh

Simple Scan di Linux

Hallo sobat TI.NET apa kabar.??? Di siang hari nan cerah ini (wilayah penulis) penulis akan coba ngasih tutorial betapa mudahnya mengoperasikan pemindaian hardfile (kerennya scanisasi) di Linux dengan menggunakan fasilitas Simple Scan yang kebetulan sudah include di Ubuntu, jika pada Linux yang kamu gunakan belum terinstall silakan kamu pasang terlebih dulu dan itu hal mudah bukan (tentunya).

Sebelum masuk ke tahap pemindaian (scanning), alangkah baiknya kamu pastikan jika scanner (alat pemindai) sudah dikenali di komputer yang kamu gunakan, pada umumnya beberapa merk scanner ternama seperti HP, CANON, EPSON, dan sebagainya sudah include di Linux Ubuntu, namun itu hanya beberapa serinya saja. Namun tidak usah khawatir jika scanner yang kamu gunakan tidak terdaftar di Linux yang kamu gunakan, kamu hanya tinggal mencarinya di internet.

Jika kamu tidak memiliki masalah mengenai pengenalan hardware scanner ke komputer (pemasangan driver), tahap selanjutnya pastikan tidak ada masalah antara scanner yang digunakan dengan komputer kamu. Selanjutnya buka aplikasi atau software Simple Scan, kurang lebih tampilan pada Linux Ubuntu seperti gamabar dibawah ini:

simple scan
Setelah itu masukan hardfile atau kertas yang berisi objek yang ingin kamu pindai pada scanner serta pastikan pula dalam posisi yang benar/tidak melebihi batas supaya objek yang akan dipindai dapat dipindai secara menyeluruh.

scanning

Tahap berikutnya adalah scanning (pemindaian), klik tombol scan pada Simple Scan dan tunggu hingga beberapa saat sampai komputer berhasil memindai objek secara keseluruhan. Berikut adalah hasil dari contoh scanning yang penulis lakukan:

scan

Sekian pada kesempatan kali ini, semoga ilmunya dapat bermanfaat. Keep in Linux and take Linux easy. Salam sobat TI.NET ^_^.