PHP Tutorial 14 – Fungsi (PHP untuk Pemula)

Function atau Fungsi dalam setiap bahasa pemrograman dapat dikatakan sama halnya dengan rumus atau formula dalam dunia matematika. Dimana setiap rumus atau fungsi sudah memiliki aturan sendiri untuk nilai yang akan diolah hasil dari sebuah inputan. Intinya fungsi merupakan sebuah rumus dalam bahasa pemrograman untuk dapat dipanggil kapanpun yang mana dalam setiap fungsi tersebut ada sebuah mesin pengolah dari sebuah nilai atau nilai yang diinputkan.

Bentuk umum penulisan fungsi dalam PHP adalah sebagai berikut:

function NamaFungsi(){
Kode yang akan memproses nilai;
}

Contoh penulisan fungsi tak bernilai:

<?php
function pesan(){
echo "Hallo sobat TI.NET";
}

pesan(); // Memanggil fungsi
?>

Fungsi yang memiliki sebuah atau beberapa nilai:

<?php
function sapa($nama){
echo "Hallo $nama <br>";
}

sapa("Sobat TI.NET");
sapa("Sandi Mulyadi");
?>

Fungsi dengan nilai default:

<?php
function ukur($tinggi=175){
echo "Tinggi kamu adalah: $tinggi <br>";
}

ukur(165);
ukur();
ukur(172);
?>

Fungsi dengan return:

<?php
function sum($a,$b){
$c = $a + $b;
return $c;
}

echo "2 + 3 = " . sum(2,3) . "<br>";
?>

PHP Tutorial 13 – Variabel POST (PHP untuk Pemula)

POST Variable atau Variabel POST memiliki fungsi yang tidak jauh beda dengan Variabel GET, menerima inputan dari pengguna lalu memprosesnya dan memasukannya kedalam file .php lain yang bersangkutan untuk kemudian akan diproses lagi sesuai dengan kode yang telah dibuat. Pada kesempatan kali ini penulis akan coba bahas mengenai hal tersebut, tanpa panjang lebar kita misalkan akan membuat form login dan kita butuh dua buah file, satu file beri nama login.html untuk login formnya dan satu lagi area.php untuk memproses username dengan password yang pengguna inputkan.

Kode untuk file login.html adalah sebagai berikut:

<html>
<body>

<form action="area.php" method="POST">
<b>Username: </b><input type="text" name="username"><br>
<b>Password: </b><input type="password" name="password">
<input type="submit">
</form>

</body>
</html>

Dan kode untuk area.php adalah sebagai berikut:

<?php

$username = $_POST['username'];
$password = $_POST['password'];

if($username == 'sandimulyadi' and $password == 'password') {
echo 'Welcome to the secret website';
} else {
echo 'Wrong username or password';
}

?>

Ilustrasi untuk kedua file tersebut adalah sebagai berikut, pertama kita membuka file login.html dan kita akan diminta memasukan username sama password dan ketika kita menuliskan username dan password lalu mengklik tombol submit maka kita akan langsung diarahkan ke file area.php tadi. Di area.php kita mengisi variabel $username dengan apa yang kita tulis di login form bagian username tadi begitupun dengan variabel $password. Setelah itu masuk ke kode if, area.php menyamakan variabel dengan kondisi nilai yang ia miliki yakni sandimulyadi begitupun dengan variabel $password, jika kedua kondisi tersebut memenuhi atau bernilai benar, maka pesan yang akan ditampilkan adalah ‘Welcome to the secret website‘ sedangkan jika ada satu saja yang salam dalam menginputkan username atau password maka pesan yang akan ditampilkan adalah ‘Wrong username or password‘.

Sekian dari penulis untuk kesempatan kali ini, semoga bermanfaat dan mohon maaf apabila ada salah-salah dalam penyampaian. Keep spirits for coding and Salam TI.NET ^_^.

PHP Tutorial 12 – Variabel GET (PHP untuk Pemula)

GET Variable atau Variabel GET dalam PHP memungkinkan kita untuk dapat memasukan atau menginput sesuatu kedalam kode PHP tersebut, seperti misalkan nama, alamat, usia, dan sebagainya. Dengan demikian kode PHP yang kita bangun akan lebih hidup dalam artian adanya interaksi timbal balik antara pengguna atau user dengan komputer yang digunakan, kebetulan dalam kasus ini PHP sebagai bahasa pemrograman untuk sebuah web.

Sebenarnya Variabel GET ditulis dalam sebuah file .php yang berbeda dengan file dimana kita akan menginput dan menampilkan apa yang kita tulis dalam Variabel GET tersebut. Artinya kita harus memiliki dua buah file dalam tutorial kali ini, satu untuk penulisan kode GET dan satu lagi untuk form input dan displaynya.

Untuk penulisan Variabel GET, buat sebuah file bernama get.php contohnya, kemudian isikan kode dibawah ini:

<?php

$name = $_GET['name'];

echo 'Welcome to the website ' . $name . '.' ;

?>

Sedikit penjelasan mengenai variabel $_GET[‘name’], jadi nantinya kita akan mencari data dengan nama ‘name’, setelah kita dapatkan data tersebut yang merupakan hasil inputan dari user, maka kita proses untuk akan dibawa kemana hasil inputan tadi, contohnya adalah untuk ditampilkan. Maka kita perlu satu buah file lagi untuk menerima inputan dan untuk menampilkan pesan yang telah diinputkan tadi, maka buatlah file dengan nama input.php dengan diisi kode dibawah ini:

<html>
<body>

<form action="get.php" method="get">

<b>Masukan nama kamu: </b> <input type ="text" name="name">
<input type="submit">

</form>

</body>
</html>

Kode diatas merupakan kode penulisan bahasa HTML, penulis tidak akan bahas disini karena akan terlalu panjang. Mungkin intinya saja, <form action=”get.php” method=”get”> merupakan sebuah form (dalam HTML) untuk mencari file get.php yang telah kita buat tadi dengan memintanya untuk melakukan penginputan (penarikan hasil inputan dari pengguna). Kemudian <input type =”text” name=”name”> tipe penginputan yang kita lakukan adalah teks kemudian name=”name” merupakan sinkronisasi dengan file get.php tadi untuk mendapatkan apa yang akan diinputkan dalam $_GET[‘name’] (nama identitas variabel) dan yang terakhir <input type=”submit”> disini kita memerintahkan untuk melakukan penginputan.

Setelah beres dengan kedua file tersebut, sekarang kamu buka peramban webmu dan buka file input.php masukan sembarang nama sebagai contoh, dan kamu akan melihat URLnya berubah menjadi get.php?name=Sandi+Mulyadi (penulis masukan nama Sandi Mulyadi). Seperti itulah fungsi atau kegunaan dari Varibel GET. Semoga dapat dipahami penjelasan penulis diatas dan mohon maaf apabila ada kekeliruan dalam penyampaian, semoga bermanfaat tutorialnya. Salam TI.NET ^_^.

PHP Tutorial 11 – Pengulangan bentuk For (PHP untuk Pemula)

Pengulangan dilakukan untuk menjalankan sebuah kode sebanyak iterasi yang diberikan. Gunanya adalah ketika kita memiliki banyak data dengan nomor yang akan ditampilkan tentu kita akan kerepotan jika harus memasukan kode untuk menampilkannya satu per satu, dengan menggunakan pengulangan for khususnya akan menjadikan hal tersebut begitu mudah. Pada kesempatan kali ini penulis akan coba membahasnya.

Bentuk umum Pengulangan bentuk For:

for (iterasi awal; iterasi akhir; kenaikan atau penurunan) {
// perintah yang akan dijalankan
}

Contoh penulisan kodenya:

<?php

for ($a = 1; $a <= 5; $a++) {
echo 'Number ' . $a . '<br>' ;
}

?>

Sedikit penjelasan, $ = 1 maksudnya iterasi awal atau nilai awal adalah 1 jadi kita akan mulai pengulangan dari bilangan 1. $ <= 5 maksudnya adalah iterasi akhir atau batas akhir dari pengulangan yang akan kita lakukan adalah <= 5 kali. Dan $a++ setiap kali kode yang akan dijalankan selesai dieksekusi maka nilai dari variable $a akan bertambah satu (ingat kembali fungsi dari $a++). Kemudian perintah echo dan seterusnya adalah kode yang akan terus dijalankan selama kondisi pengulangan bernilai benar.

Ada satu lagi bentuk pengulangan yang dapat menampilkan seluruh nilai dari suatu variable, foreach namanya. Intinya setiap nilai yang tersimpan dalam sebuah array memiliki index yang dimulai dari 0 (nol) dengan menggunakan index tersebut kita dapat ubah menjadi barisan bilangan yang dapat menampilkan isi dari bilangan tersebut. Berikut format penulisan untuk Pengulangan bentuk Foreach:

// variable dengan array dan nilainya

foreach ($variable as $bilangan) {
// perintah yang akan dijalankan
}

Contoh penulisannya adalah sebagai berikut:

<?php

$names = array('Sandi' , 'Abbee' , 'Alief') ;

foreach ($names as $value) {
echo 'Nama ' . $value . '<br>' ;
}

?>

Sedikit penjelasan mengenai kode diatas, $names merupakan nama variable yang penulis buat dengan array yang memiliki isi kata ‘Sandi’, ‘Abbee’, dan ‘Alief’. foreach ($names as $value) memetakan atau membuat index dari nilai-nilai dalam array tersebut. echo dan perintah selanjutnya adalah untuk menampilkan kode yang akan dijalankan selama kondisi dalam pengulangan tersebut bernilai benar. Maksudnya ada 3 buah nilai sehingga indexnya berjumlah 3, pengulangan akan dilakukan selama 3 kali untuk menampilkan setiap kode yang hendak dijalankan tersebut.

Sekian yang dapat penulis sampaikan untuk kesempatan kali ini semoga dapat ditangkap ilmunya dan semoga bermanfaat. Mohon maaf apabila terdapat salah kata atau penyampaian selama dalam penulisan, salam TI.NET ^_^.

PHP Tutorial 10 – Pengulangan bentuk While (PHP untuk Pemula)

While Loop atau Pengulangan bentuk While merupakan sebuah kode yang mampu menjalankan perintah yang diberikan programmer kepada komputer untuk terus dieksekusi sesuai dengan iterasi yang diberikan. Iterasi atau dalam bahasa umum perulangan dijadikan sebagai sebuah patok atau batas akhir sejauh mana sebuah kode akan dieksekusi. Didalam PHP bentuk pengulangan terbagi menjadi dua bagian cara penulisan, yang pertama dikenal sebagai general While Loop dan yang kedua do While Loop. Meskipun dibagi kedalam dua cara penulisan, namun akhir yang dihasilkan tetap sama.

Format penulisan general While Loop:

while (kondisi bernilai benar) {

// Kode yang akan dijalankan dalam pengulangan ;

}

Berikut contoh penulisan general While Loop:

<?php

$a = 1 ;

while ($a <= 5) {
echo 'Number ' . $a . '<br>' ;
$a++ ;
}

?>

Membahas kode diatas, variable $a memiliki nilai konstan 1 kemudian dimasukan dalam pengulangan While, selama variable $a kurang dari atau sama dengan 5 maka kode didalamnya akan terus dieksekusi. Kode $a++ menyatakan penambahan nilai untuk setiap kali perulangan selesai dilakukan sebanyak 1. Hingga pada akhirnya variable $a akan memiliki nilai 5 dan pengulangan berhenti sampai disitu.

Format penulisan do While:

do {

// Kode yang akan dijalankan dalam pengulangan ;

} while (kondisi bernilai benar) ;

Berikut contoh penulisan do While:

<?php
$b = 1 ;

do {
echo 'Number ' . $b . '<br>' ;
$b++ ;
} while ($b <= 5) ;

?>

Sebenarnya untuk penjelasan masih sama saja dengan general While Loop, hanya saja yang membedakan adalah peletakan kode while dan penambahan kode do saja. Inti dari kode yang dijalankan tetap sama, ada kondisi yang bernilai benar, wilayah peletakan kode yang akan dijalankan dalam pengulangan, dan kode yang dijalankan. Sekian dari penulis untuk artikel kali ini, mohon maaf apabila ada kesalahan dan semoga artikelnya bermanfaat. Salam TI.NET ^_^.

PHP Tutorial 9 – Array (PHP untuk Pemula)

Array merupakan sebuah variable istimewa yang dapat memiliki lebih dari atau sama dengan dua nilai sekaligus atau dapat dikatakan pula jika array merupakan sebuah wadah dari beberapa nilai yang termuat dalam sebuah variable. Array sangat memperhatikan susunan dan urutan dari nilai-nilai yang berada didalamnya, urutan dimulai dari angka nol. Misalkan kita punya data [mobil, motor, sepeda] urutan pertama dimulai dengan angka nol untuk mobil.

Seperti yang telah penulis analogikan diatas, untuk penulisan array tidaklah sembarangan. Sama seperti bahasa pemrograman lainnya, PHP juga memiliki aturan tersendiri dalam penulisan array. Berikut contohnya:

<?php

$names = array('Sandi' , 'Abbee' , 'Alief') ;

/* $names[0] = Sandi
$names[1] = Abbee
$names[2] = Alief */
echo $names[0] ;

?>

Kode diatas jika dipanggil maka akan menampilkan pesan “Sandi” tanpa tanda kutip, hal ini berbanding lurus dengan nilai dari kata “Sandi” yang berindex pertama (nol).

Tidak sebatas itu saja, setiap nilai juga dapat memetakan nilai lainnya (nilai yang memiliki nilai). Berikut contohnya:

<?php

$ages = array('Sandi'=>19 , 'Abbee'=>8 , 'Alief'=>2) ;

/* $ages['Sandi'] = 19
$ages['Abbee'] = 8
$ages['Alief'] = 2 */
echo 'Sandi is' . $ages['Sandi'] . ' years old' ;

?>

Kode diatas akan menampilkan pesan “Sandi is 19 years old“, nilai 19 didapat dari nilai dari variable $ages dengan index [‘Sandi’] yang memiliki nilai 19.

Berikut kode lengkap dari kedua contoh penulisan array diatas:

<?php

$names = array('Sandi' , 'Abbee' , 'Alief') ;

/* $names[0] = Sandi
$names[1] = Abbee
$names[2] = Alief */
echo $names[0] ;

$ages = array('Sandi'=>19 , 'Abbee'=>8 , 'Alief'=>2) ;

/* $ages['Sandi'] = 19
$ages['Abbee'] = 8
$nages['Alief'] = 2 */
echo ' is' . $ages['Sandi'] . ' years old' ;

?>

PHP Tutorial 8 – Operator Pembanding (PHP untuk Pemula)

Operator pembanding digunakan dalam bahasa pemrograman untuk melakukan cluster atau pembagian perintah yang akan dieksekusi berikutnya. Semisal kita memiliki sebuah variable dengan nilai 5 kemudian kita buat sebuah pembanding atau tolak ukur dengan sebuah nilai 10, pertama kita cluster apakah 5 lebih kecil dari 10, kemudian setelah kita cluster perintah atau pesan apa yang akan ditampilkan jika 5 < 10.

Pada tutorial kali ini ada erat kaitannya dengan tutorial sebelumnya mengenai pernyataan If, Elsesif, dan Else. Penulis rekomendasikan untuk membacanya sebelum lebih jauh pada artikel kali ini. Berikut merupakan tablem operator pembanding:

[table caption=”” width=”450″ colwidth=”25|100|200|125″ colalign=”center|center|center|center”]
No,Simbol,Keterangan,Contoh
1,==,Sama dengan,$a = $b
2,<,Kurang dari,$a < $b
3,>,Lebih dari,$a > $b
4,<=,Kurang dari sama dengan,$a <= $b
5,>=,Lebih dari sama dengan,$a >= $b
6,!=,Tidak sama dengan,$a != $b
[/table]
Contoh kode yang menggunakan operator pembanding dalam PHP:

<?php

$x = 10 ;
$y = 15 ;

if ($x == $y) {
echo $x . ' = ' . $y ;
} elseif ($x > $y) {
echo $x . ' > ' . $y ;
} elseif ($x < $y) {
echo $x . ' < ' . $y ;
} else { // $x != $y
echo $x . ' not equal ' . $y ;
}

?>

PHP Tutorial 7 – If, Else, dan Elseif (PHP untuk Pemula)

Ketika sedang melakukan coding untuk membuat sebuah program kita tidak akan bisa lepas dari yang namanya kondisi, lebih dari satu kondisi. Misalnya kita memiliki sebuah nilai atau value, maka dengan nilai tersebut akan mengeksekusi seperti apa komputer yang digunakan, bagaimana jika kita memiliki sebuah kondisi yang berlainan dengan nilai tersebut (nilai bernilai salah). Itu sebatas testimoni untuk artikel pada kesempatan kali ini yang akan membahas pernyataan if, else, dan elseif didalam bahasa pemrograman PHP.

Pernyataan if digunakan apabila kita memiliki sebuah kondisi yang akan membawa pengeksekusian komputer dengan menggunakan tolak ukur sebuah nilai dari suatu variable. Contoh untuk menyatakan nilai berupa huruf dari suatu hasil ujian, kita memiliki ukuran untuk nila A adalah antara 80 hingga 100, B dari 70 hingga 79, C dari 60 hingga 69, D dari 50 hingga 59, dan nilai E untuk kurang dari 50. Sekarang misalkan kamu mendapat nilai ujian 76, maka pesan apa yang akan ditampilkan.??? Kira-kira seperti itu alur atau cara kerja dari sebuah pernyataan if.

Berikut contoh pernyataan if didalam PHP:

<?php

$x = 10 ;

if ($x > 5) {
echo 'Nilai variable lebih besar dari 5' ;
}

?>

Untuk pernyataan if diatas masih ada kekurangan, bagaimana jika nilai sebuah variable kurang dari atau sama dengan 5.??? Maka tidak akan ada penampilan pesan apapun. Disinilah pernyataan if. . . else. . . digunakan dan berikut contohnya:

<?php

$x = 3 ;

if ($x > 5) {
echo 'Nilai variable lebih besar dari 5' ;
} else {
echo 'Nilai variable lebih kecil dari 5' ;
}

?>

Sekilas terlihat semua permasalaan kondisi dapat dipecahkan, namun bagaimana jika kita memerlukan lebih dari dua kondisi.??? Nah, contoh dibawah ini penulis berikan untuk menyatakan if. . . elseif. . . else. . . :

<?php

$visitor = 'sobat TINET' ;

if ($visitor == 'sobat TINET') {
echo 'Hallo ' . $visitor . ', apa kabar.???' ;
} elseif ($visitor == 'administrator') {
echo 'Hallo ' . $visitor ;
} else {
echo 'Kamu bukan administrator atau sobat TINET' ;
}

?>

Sekian dari penulis untuk kesempatan kali ini, semoga bermanfaat dan mohon maaf apabila terdapat kekurangan dalam penulisan. Keep spirits for coding and salam TI.NET ^_^.

PHP Tutorial 6 – Operasi Matematika (PHP untuk Pemula)

Operasi Matematika seperti pengurangan, penjumlahan, pembagian, perkalian, modulus dan pemangkatan sangat berguna dalam dunia programing. Setiap bahasa pemrograman sudah pasti ada dan bisa melakukan operasi matematika, karena program itu sendiri merupakan implementasi dari matematika komputasi.

Sama seperti bahasa pemrograman yang lain, dalam PHP operasi matematika mengikuti simbol dari matematika itu sendiri seperti penjumlahan (+), pengurangan (-), perkalian (*), serta pembagian (/). Dalam melakukan opersi matematika dalam PHP, setiap kali kita akan mengoperasikan sebuah bilangan pastikan bilangan tersebut merupakan sebuah nilai dari suatu variable, maka dapat dioperasikan dan kita tidak dapat langsung mengoperasikan sebuah bilangan dengan bilangan lain tanpa kita menyimpannya dalam sebuah variable. Berikut contoh penulisan opersi matematika pada PHP:

<?php

$x = 3 ;
$y = 6 ;
$z = 9 ;

// Penjumlahan
$a = $x + $y ;
echo "$x + $y = $a <br>" ;

// Pengurangan
$a = $z - $y ;
echo "$z - $y = $a <br>" ;

// Perkalian
$a = $x * $y ;
echo "$x * $y = $a <br>" ;

// Pembagian
$a = $z / $x ;
echo "$z / $x = $a <br>" ;

// Modulus
$a = $y % $x ;
echo "$y % $x = $a <br>" ;

?>

Dalam PHP juga kita dapat melakukan pengurangan dan penambahan satu nilai untuk satu baris script, berikut contohnya:

<?php

$x = 3 ;
$y = 6;

// Pengurangan 1
$x-- ;
echo $x . '<br>' ;

// Penjumlahan 1
$y++ ;
echo $y . '<br>' ;

?>

Semua script tersebut penulis tulis dalam sebuah file bernama math.php yang tersimpan dalam direktori localhost yang kemudian dapat dipanggil dengan peramban web. Sekian untuk artikel kali ini, mohon maaf apabila ada kesalahan dan semoga artikelnya bermanfaat. Terima kasih dan salam TI.NET ^_^.

PHP Tutorial 5 – Tanda Kutip (PHP untuk Pemula)

Tanda kutip merupakan sesuatu hal yang cukup berpengaruh dalam penulisan kode dalam bahasa pemrograman PHP. Karena antara doublequotes dan singleqoute merupakan hal yang berlainan satu sama lain dan memiliki kegunaan yang berbeda cukup jauh. Mungkin inilah bahasa pemrograman, sangat memperhatikan cara penulisan yang sangat mendetail beda satu simbol maka akan beda hasilnya. Disinilah tingkat kejelian, keuletan, serta kesabaran para programer diuji.

Kembali lagi ke topik mengenai tanda kutip, doublequotes atau tanda dua kutip merupakan pernyataan untuk menampilkan pesan yang ditulis langsung serta memilih jika didalamnya terdapat sebuah variable maka nilai dari variable itulah yang akan dimunculkun, bukan nama variablenya. Contoh:

<?php

$site_name = "Teknik Informatika" ;
echo "Welcome to $site_name" ;

?>

Berbeda dengan singlequote, dimana setiap kode yang ada didalamnya akan ditampilkan seluruhnya tanpa memilah apakah didalamnya terdapat sebuah variable yang memiliki nilai atau tidak, tetap yang akan ditampilkan adalah nama variablenya bukan nilainya. Tentu ini berbeda dengan doublequotes. Contoh:

<?php

$site_name = 'Teknik Informatika' ;
echo 'Welcome to $site_name' ;

?>

Jika kamu menuliskan seperti diatas maka yang akan tampil adalah Welcome to $site_name. Inilah perbedaannya, lalu bagaimana untuk mendapatkan hasil yang sama dengan doublequotes.??? Caranya adalah sebagai berikut:

<?php

$site_name = 'Teknik Informatika' ;
echo 'Welcome to ' . $site_name ;

?>

Setelah mengetahui perbedaan diantara penulisan diatas maka langkah selanjutnya melihat perbedaan dalam penulisan link dengan tanda kutip yang berbeda. Penulisan sebuah link atau tautan tidak dapat dilakukan didalam doublequotes, berikut contohnya:

<?php

echo "<a href="http://www.teknikinformatika.net/">TINET</a>" ;

?>

Jika kamu menulis kode seperti diatas, maka yang akan muncul adalah pesan error. Mengapa demikian.??? Karena dalam setiap pemanggilan dengan perintah echo, yang akan dieksekusi adalah satu untuk setiap doublequotes karena sifatnya yang tidak mengeksekusi setiap perintah yang berada didalamnya, dan hal ini menjadi masalah ketika ada lebih dari dua tanda doublequotes seperti contoh diatas. Berbeda dengan singlequote, lihat contoh berikut ini:

<?php

echo '<a href="http://www.teknikinformatika.net/">TINET</a>' ;

?>

Mengapa tidak terjadi error seperti halnya yang terjadi pada doublequotes.??? Inilah yang membedakan penggunaan singlequote dengan doublequotes pada bahasa pemrograman PHP dimana singlequote dapat menampilkan kode yang mengandung tanda doublequotes.

Sekarang bagaimana jika terdapat simbol singlequote didalam singleqoute.??? Akankan terjadi pesan error seperti halnya yang terjadi pada doublequotes.??? Jawabannya adalah tidak, mengapa.??? Karena untuk simbol singlequote yang muncul diantara singlequote ada simbol yang akan menampilkan simbol tersebut, yakni dengan menggunakan backslash. Contoh:

<?php

echo 'It\'s time to code' ;

?>

Sekarang kamu hilangkan tanda backslash atau “\” tanpa kutip sebelum simbol singlequote kedua dan lihat hasilnya, tentu itu akan membuat kamu mengerti perbedaannya. Mengenai artikel kali ini, penulis telah merangkum semua script diatas kedalam sebuah file, misalkan namanya quotes.php dan isi dengan script dibawah ini:

<?php

$site_name = "Teknik Informatika" ;
$site_link = "TINET" ;

echo "Welcome to $site_name" ;
echo "<br>" ;
echo 'Welcome to ' . $site_name ;
echo "<br>" ;
echo '<a href="http://www.teknikinformatika.net/">' . $site_link . '<a>' ;
echo "<br>" ;
echo 'It\'s time to code' ;

?>

Sekian dari penulis, semoga dapat bermanfaat dan mohon maaf apabila terdapat kekeliruan dalam penulisan. Salam TI.NET ^_^.