Pengantar Octave

Octave pada dasarnya diciptakan bertujuan untuk menjadi kakas pembantu untuk mahasiswa tingkat dasar dalam memecahkan permasalahan di bidang rektor kimia yang ditulis oleh James B. Rawlings dari University of Wisconsin-Madison dan John G. Ekerdt dari University of Texas.

Secara nyata, Octave kini tidak hanya sebatas software pembantu dengan utilitas terbatas hanya untuk mahasiswa kimia saja. Kini dengan menggunakan Octave akan memungkinkan mahasiswa dalam memecahkan masalah secara nyata dan tidak hanya sebatas masalah yang berhubungan dengan reaktor kimia saja. Octave merupakan bahasa pemrograman yang mudah untuk dipelajari dan digunakan, untuk menguasainya hanya diperlukan waktu beberapa jam saja.

Perkembangan Octave adalah pada mulanya digunakan di Jurusan Teknik Kimia dan Matematika Universitas Texas yang dapat menyelesaikan masalah persamaan differensial serta aljabar linear dengan sangat baik. Namun seiring perkembangan teknologi, kini Octave juga dapat digunakan secara online seperti pada Stanford’s online Mechine Learning class yang beralamat di http://ml-class.org.

GNU Octave dan QtOctave merupakan kakas yang digunakan untuk dapat mengolah pemrograman Octave. Sifat dari kakas maupun bahasa yang digunakan adalah gratis serta open source. Penulis mengasumsikan jika pembaca adalah pengguna Linux sehingga pada modul-modul berikutnya (termasuk modul ini) penulis akan membahas penggunaan GNU Octave dan QtOctave di Linux khususnya Debian. Jika pembaca adalah pengguna Windows, maka pembaca dapat mengunduh versi portable dari QtOctave yang bersifat GUI (Graphical User Interface) yang mana antara versi Windows dengan Linux sama saja.

Perlu pembaca ketahui perbedaan antara GNU Octave dan QtOctave adalah GNU Octave merupakan versi CLI (Command Line Interface) dari Octave yang terbatas hanya pada pengolahan data secara manual lewat perintah-perintah yang harus dimasukan dengan mengetikannya. Tentu hal ini menjadi risih untuk menyelesaikan masalah secara cepat dan efisien. Maka dari itu, dibuatlah versi GUI (Graphical User Interface) untuk GNU Octave yang dikenal sebagai QtOctave, dengan kakas ini pembaca dapat memasukan perintah tidak hanya melalui terminal melainkan dapat dengan bantuan pointer pada mouse pula. Pada QtOctave ada sebuah jendela yang disebut editor yang akan membantuk kita dalam mengolah data. Sehingga penulis putuskan untuk kedepannya penggunaan QtOctave adalah sebagai prioritas.

Berikut adalah langkah-langkah pemasangan GNU Octave dan QtOctave:
1.Pastikan komputer Linux yang pembaca gunakan terkoneksi ke internet.
2.Pastikan repositori dari Linux pembaca terupdate.
3.Setelah kedua hal diatas terpenuhi, buka terminal dan masukan perintah installasi dibawah ini:

$ sudo apt-get install octave qtoctave

4.Jika terjadi error file dependence masukan perintah dibawah ini:

$ sudo apt-get -f install

5.Setelah proses installasi selesai, pembaca dapat langsung menjalankan GNU Octave dengan memasukan perintah berikut di terminal:

$ octave

Berikut adalah gambar tampilan yang penulis ambil dari komputer pribadi
GNU Octave

Perlu dicatat bahwa versi dari Octave yang penulis gunakan adalah Octave versi 3.6.2.

Sedangkan untuk QtOctave, pembaca dapat menjalankannya dengan masuk ke Main Menu > Programming > QtOctave.
QtOctave

Berikut adalah tampilan dari QtOctave:
Tampilan QtOctave

Dilihat dari gambar tampilan diatas, terdiri dari beberapa komponen atau jendela utama, diantaranya:

– Command Line, disini pembaca dapat melihat hasil atau nilai dari beberapa variable dan memasukan perintah lainnya.
Command Line QtOctave– Commands’ List, berisi daftar perintah yang telah dilontarkan pada QtOctave atau dapat dikatakan pula sebagai Command’s History.
Command's List– Editor, pada jendela ini pembaca dapat mengolah serta memanipulasi data sesuai dengan keinginan yang mana pada jendela ini juga dilengkapi tombol run yang akan menjalankan script yang berada pada Editor setelah pembaca menyimpannya kedalam file berekstensi *.m.
Editor QtOctave– Navigator, pada jendela ini pembaca dapat melihat root directory atau direktori akar dari file atau folder yang dapat membantu pembaca untuk mempermudah mengingat tata letak sebuah file berada.
Navigator QtOctave– Variables’ List, berisi daftar variabel dari data yang telah dijalankan atau di run baik itu data dari Editor maupun perintah inisialisasi langsung dari Command Line. Untuk membersikan Variables’ List pembaca dapat memasukan perintah clear all di Command Line atau disisipkan di Editor pada awal baris, gunanya adalah ketika pembaca mengeksekusi sebuah script maka secara default tidak akan ada variabel liar yang dapat mengganggu pada data dan manipulasi yang pembaca hendak lakukan.
Variable's ListSebenarnya yang perlu pembaca ketahui bersama adalah ada sebuah software yang memiliki kegunaan dan kemampuan hampir sama dengan Octave yang dikenal dengan MATLAB. Hanya saja yang membedakaan antara keduanya adalah jika Octave gratis dan open source sedangkan MATLAB berbayar. Ditambah lagi, Octave lebih mudah dan kompatibel digunakan pada sistem operasi Linux sedangkan MATLAB pada sistem operasi Windows. Namun tidak menutup kemungkinan keduanya dapat dijalankan pula pada sistem operasi Linux maupun Windows.

Cara Mengatasai Environment Error di Code::Block

Code::Block merupakan sebuah software untuk pengolahan bahasa pemrograman C ataupun C++ sudah termasuk compiler didalamnya. Asumsikan kamu sudah menginstall Code::Block di komputer dan ketika hendak dijalankan muncul keterangan error seperti ini:

Environment error
Can't find compiler executable in your configured search path's for GNU GCC Compiler

Dan pesan tersebut muncul pada bagian kanan bawah layar kamu, apa yang sebenarnya terjadi.??? Pesan tersebut hanya muncul ketika kamu menginstall Code::Block tanpa menyertakan untuk compiler, umumnya dengan MinGW. Jika kamu mengunjungi halaman pengunduhan Code::Block (untuk Windows) kamu akan melihat ada 3 opsi setup berbeda, pertama Code::Block tanpa compiler, kedua Code::Block dengan MinGW sebagai compiler, dan terakhir Code::Block dengan MinGW serta TDM Compiler. Rekomendasi dari penulis kamu unduh file setup yang ketiga, Code::Block dengan MinGW serta TDM Compiler. Walaupun ukurannya paling besar, itu sudah termasuk compiler yang paling lengkap. Link http://www.codeblocks.org/downloads/26#windows

Kembali ke masalah error tadi, hal tersebut mungkin terjadi saat kamu menginstall setup yang tanpa compiler, tentu jelas hal tersebut akan memunculkan pesan Environment Error. Langkah yang bisa kamu ambil adalah mengunduh ulang Code::Block dengan file setup yang lengkap dengan compiler-nya. Setelah berhasil mengunduh setup yang dilengkapi dengan compiler sekarang kamu coba install dan ketika selesai coba jalankan kembali Code::Block yang baru. Tentunya pesan Environment Error akan muncul kembali, hal tersebut diakibatkan pengaturannya masih sama dengan yang paling awal. Ada tiga langkah untuk masalah tersebut:
1. Buka Code::Block
2. Pada tab Settings klik Compiler
3. Pilih Reset to defaults
Secara otomatis setiap pengaturan akan dikembalikan ke default, dan sejauh ini langkah diatas bisa membantu dalam mengatasi Environment Error. Sekian dari penulis, mohon maaf apabila terdapat kekeliruan atau kesalahan. Semoga bermanfaat dan salam TI.NET ^.^

C Programming Tutorial 2: Variabel dan Tipe Data

Dalam bahasa pemrograman variabel dapat dikatakan sebagai sebuah wadah penyimpanan yang hanya dapat menampung sebuah nilai baik itu berupa angka ataupun huruf. Dalam setiap bahasa pemrograman, variabel erat kaitanya dengan tipe data yang akan digunakan untuk variabel tersebut. Termasuk dalam bahasa pemrograman C, aturan penulisan variabel dan tipe data adalah tipe data diikuti dengan nama variabelnya. Sebagai contoh lihat kode dibawah ini:

#include <stdio.h>

int main (int argc, char *argv[]){
float phi, luas, keliling;
int r;
phi = 3.14;

printf("Masukan nilai r: ");
scanf("%d", &r);
keliling = 2 * phi * r;
luas = phi * r * r;

printf("Keliling %.2f dan Luasnya %.2f \n", keliling, luas);

return 0;
}

Penjelasan mengenai kode diatas, kita memiliki variabel bernama phi, luas, keliling, dan r masing-masing dengan tipe data yang berbeda. Variabel phi, luas, dan keliling dengan tipe data float (desimal) sedangkan r dengan tipe data integer (bulat). Masih banyak tipe data yang lainnya seperti char, boolean, double dan lain sebagainya. Kamu dapat melihat tipe data yang ada dalam bahasa pemrograman C lengkap dengan penjelasannya pada link berikut ini http://en.wikipedia.org/wiki/C_data_types#Basic_types.

Cukup sederhana bukan untuk variabel dan tipe data, semoga artikelnya dapat dipahami dan dicerna dengan mudah. Mohon maaf apabila terdapat kekurangan dalam penyampaian, salam TI.NET ^.^.

C Programming Tutorial 1: Hello World

Hallo sobat TI.NET, apa kabar.??? Pada kesempatan kali ini penulis akan bahas mengenai bahasa pemrograman C atau C Programming. Kenapa Hello World, mungkin ada yang bertanya dan jawabannya adalah setiap awal tutor membahas tentang bahasa pemrograman maka hal pertama yang ia sampaikan adalah Hello World untuk memperkenalkan bahasa pemrograman yang bersangkutan dan ini biasanya dijadikan mula-mula. Tertarik.??? Come on guys 😉

Sedikit gambaran mengenai penulisan bahasa pemrograman C adalah sebagai berikut:

#include <stdio.h>

int main (int argc, char *argv[]){
printf("Hello World.!!! \n");

return 0;
}

Simpan file tersebut dengan nama hello-world.c misalnya, kemudian compile dengan perintah:

$ gcc hello-world.c -o hello-world

Dan jalangkan dengan perintah:

$ ./hello-world
Hello World.!!!

Sekarang penjelasan mengenai kode diatas, #include <stdio.h> merupakan sebuah fungsi standard library atau biasa dikenal sebagai sebuah header dari bahasa pemrograman C dan setiap fungsi standar library memiliki kegunaan yang berbeda antara satu dengan yang lainnya sedangkan fungsi standard library <stdio.h> adalah fungsi yang memungkinkan kita untuk dapat melakukan input dan output (printf dan scanf). Dan untuk fungsi standard library yang lainnya dapat dilihat di website http://en.wikipedia.org/wiki/C_standard_library#Header_files

Berikutnya penjelasan mengenai argc dan argv, argc atau argument count merupakan sebuah argumen untuk menghitung setiap index hasil dari pengolahan dengan bahasa C sedangkan argv atau argument vector merupakan vektor dari setiap argumen tersebut.

Terakhir return 0; dalam setiap bahasa pemrograman ketika sebuah kode telah berhasil dijalankan maka akan mengembalikan nilainya menjadi nol (0) yang menandakan bahwa kode tersebut telah benar-benar sukses dijalankan. Dan dalam bahasa pemrograman C hal tersebut ditandai dengan kode return 0;

Well itu yang dapat penulis sampaikan pada kesempatan kali ini, semoga bermanfaat dan salam TI.NET ^.^.

PHP Tutorial 14 – Fungsi (PHP untuk Pemula)

Function atau Fungsi dalam setiap bahasa pemrograman dapat dikatakan sama halnya dengan rumus atau formula dalam dunia matematika. Dimana setiap rumus atau fungsi sudah memiliki aturan sendiri untuk nilai yang akan diolah hasil dari sebuah inputan. Intinya fungsi merupakan sebuah rumus dalam bahasa pemrograman untuk dapat dipanggil kapanpun yang mana dalam setiap fungsi tersebut ada sebuah mesin pengolah dari sebuah nilai atau nilai yang diinputkan.

Bentuk umum penulisan fungsi dalam PHP adalah sebagai berikut:

function NamaFungsi(){
Kode yang akan memproses nilai;
}

Contoh penulisan fungsi tak bernilai:

<?php
function pesan(){
echo "Hallo sobat TI.NET";
}

pesan(); // Memanggil fungsi
?>

Fungsi yang memiliki sebuah atau beberapa nilai:

<?php
function sapa($nama){
echo "Hallo $nama <br>";
}

sapa("Sobat TI.NET");
sapa("Sandi Mulyadi");
?>

Fungsi dengan nilai default:

<?php
function ukur($tinggi=175){
echo "Tinggi kamu adalah: $tinggi <br>";
}

ukur(165);
ukur();
ukur(172);
?>

Fungsi dengan return:

<?php
function sum($a,$b){
$c = $a + $b;
return $c;
}

echo "2 + 3 = " . sum(2,3) . "<br>";
?>

PHP Tutorial 13 – Variabel POST (PHP untuk Pemula)

POST Variable atau Variabel POST memiliki fungsi yang tidak jauh beda dengan Variabel GET, menerima inputan dari pengguna lalu memprosesnya dan memasukannya kedalam file .php lain yang bersangkutan untuk kemudian akan diproses lagi sesuai dengan kode yang telah dibuat. Pada kesempatan kali ini penulis akan coba bahas mengenai hal tersebut, tanpa panjang lebar kita misalkan akan membuat form login dan kita butuh dua buah file, satu file beri nama login.html untuk login formnya dan satu lagi area.php untuk memproses username dengan password yang pengguna inputkan.

Kode untuk file login.html adalah sebagai berikut:

<html>
<body>

<form action="area.php" method="POST">
<b>Username: </b><input type="text" name="username"><br>
<b>Password: </b><input type="password" name="password">
<input type="submit">
</form>

</body>
</html>

Dan kode untuk area.php adalah sebagai berikut:

<?php

$username = $_POST['username'];
$password = $_POST['password'];

if($username == 'sandimulyadi' and $password == 'password') {
echo 'Welcome to the secret website';
} else {
echo 'Wrong username or password';
}

?>

Ilustrasi untuk kedua file tersebut adalah sebagai berikut, pertama kita membuka file login.html dan kita akan diminta memasukan username sama password dan ketika kita menuliskan username dan password lalu mengklik tombol submit maka kita akan langsung diarahkan ke file area.php tadi. Di area.php kita mengisi variabel $username dengan apa yang kita tulis di login form bagian username tadi begitupun dengan variabel $password. Setelah itu masuk ke kode if, area.php menyamakan variabel dengan kondisi nilai yang ia miliki yakni sandimulyadi begitupun dengan variabel $password, jika kedua kondisi tersebut memenuhi atau bernilai benar, maka pesan yang akan ditampilkan adalah ‘Welcome to the secret website‘ sedangkan jika ada satu saja yang salam dalam menginputkan username atau password maka pesan yang akan ditampilkan adalah ‘Wrong username or password‘.

Sekian dari penulis untuk kesempatan kali ini, semoga bermanfaat dan mohon maaf apabila ada salah-salah dalam penyampaian. Keep spirits for coding and Salam TI.NET ^_^.

PHP Tutorial 12 – Variabel GET (PHP untuk Pemula)

GET Variable atau Variabel GET dalam PHP memungkinkan kita untuk dapat memasukan atau menginput sesuatu kedalam kode PHP tersebut, seperti misalkan nama, alamat, usia, dan sebagainya. Dengan demikian kode PHP yang kita bangun akan lebih hidup dalam artian adanya interaksi timbal balik antara pengguna atau user dengan komputer yang digunakan, kebetulan dalam kasus ini PHP sebagai bahasa pemrograman untuk sebuah web.

Sebenarnya Variabel GET ditulis dalam sebuah file .php yang berbeda dengan file dimana kita akan menginput dan menampilkan apa yang kita tulis dalam Variabel GET tersebut. Artinya kita harus memiliki dua buah file dalam tutorial kali ini, satu untuk penulisan kode GET dan satu lagi untuk form input dan displaynya.

Untuk penulisan Variabel GET, buat sebuah file bernama get.php contohnya, kemudian isikan kode dibawah ini:

<?php

$name = $_GET['name'];

echo 'Welcome to the website ' . $name . '.' ;

?>

Sedikit penjelasan mengenai variabel $_GET[‘name’], jadi nantinya kita akan mencari data dengan nama ‘name’, setelah kita dapatkan data tersebut yang merupakan hasil inputan dari user, maka kita proses untuk akan dibawa kemana hasil inputan tadi, contohnya adalah untuk ditampilkan. Maka kita perlu satu buah file lagi untuk menerima inputan dan untuk menampilkan pesan yang telah diinputkan tadi, maka buatlah file dengan nama input.php dengan diisi kode dibawah ini:

<html>
<body>

<form action="get.php" method="get">

<b>Masukan nama kamu: </b> <input type ="text" name="name">
<input type="submit">

</form>

</body>
</html>

Kode diatas merupakan kode penulisan bahasa HTML, penulis tidak akan bahas disini karena akan terlalu panjang. Mungkin intinya saja, <form action=”get.php” method=”get”> merupakan sebuah form (dalam HTML) untuk mencari file get.php yang telah kita buat tadi dengan memintanya untuk melakukan penginputan (penarikan hasil inputan dari pengguna). Kemudian <input type =”text” name=”name”> tipe penginputan yang kita lakukan adalah teks kemudian name=”name” merupakan sinkronisasi dengan file get.php tadi untuk mendapatkan apa yang akan diinputkan dalam $_GET[‘name’] (nama identitas variabel) dan yang terakhir <input type=”submit”> disini kita memerintahkan untuk melakukan penginputan.

Setelah beres dengan kedua file tersebut, sekarang kamu buka peramban webmu dan buka file input.php masukan sembarang nama sebagai contoh, dan kamu akan melihat URLnya berubah menjadi get.php?name=Sandi+Mulyadi (penulis masukan nama Sandi Mulyadi). Seperti itulah fungsi atau kegunaan dari Varibel GET. Semoga dapat dipahami penjelasan penulis diatas dan mohon maaf apabila ada kekeliruan dalam penyampaian, semoga bermanfaat tutorialnya. Salam TI.NET ^_^.

PHP Tutorial 11 – Pengulangan bentuk For (PHP untuk Pemula)

Pengulangan dilakukan untuk menjalankan sebuah kode sebanyak iterasi yang diberikan. Gunanya adalah ketika kita memiliki banyak data dengan nomor yang akan ditampilkan tentu kita akan kerepotan jika harus memasukan kode untuk menampilkannya satu per satu, dengan menggunakan pengulangan for khususnya akan menjadikan hal tersebut begitu mudah. Pada kesempatan kali ini penulis akan coba membahasnya.

Bentuk umum Pengulangan bentuk For:

for (iterasi awal; iterasi akhir; kenaikan atau penurunan) {
// perintah yang akan dijalankan
}

Contoh penulisan kodenya:

<?php

for ($a = 1; $a <= 5; $a++) {
echo 'Number ' . $a . '<br>' ;
}

?>

Sedikit penjelasan, $ = 1 maksudnya iterasi awal atau nilai awal adalah 1 jadi kita akan mulai pengulangan dari bilangan 1. $ <= 5 maksudnya adalah iterasi akhir atau batas akhir dari pengulangan yang akan kita lakukan adalah <= 5 kali. Dan $a++ setiap kali kode yang akan dijalankan selesai dieksekusi maka nilai dari variable $a akan bertambah satu (ingat kembali fungsi dari $a++). Kemudian perintah echo dan seterusnya adalah kode yang akan terus dijalankan selama kondisi pengulangan bernilai benar.

Ada satu lagi bentuk pengulangan yang dapat menampilkan seluruh nilai dari suatu variable, foreach namanya. Intinya setiap nilai yang tersimpan dalam sebuah array memiliki index yang dimulai dari 0 (nol) dengan menggunakan index tersebut kita dapat ubah menjadi barisan bilangan yang dapat menampilkan isi dari bilangan tersebut. Berikut format penulisan untuk Pengulangan bentuk Foreach:

// variable dengan array dan nilainya

foreach ($variable as $bilangan) {
// perintah yang akan dijalankan
}

Contoh penulisannya adalah sebagai berikut:

<?php

$names = array('Sandi' , 'Abbee' , 'Alief') ;

foreach ($names as $value) {
echo 'Nama ' . $value . '<br>' ;
}

?>

Sedikit penjelasan mengenai kode diatas, $names merupakan nama variable yang penulis buat dengan array yang memiliki isi kata ‘Sandi’, ‘Abbee’, dan ‘Alief’. foreach ($names as $value) memetakan atau membuat index dari nilai-nilai dalam array tersebut. echo dan perintah selanjutnya adalah untuk menampilkan kode yang akan dijalankan selama kondisi dalam pengulangan tersebut bernilai benar. Maksudnya ada 3 buah nilai sehingga indexnya berjumlah 3, pengulangan akan dilakukan selama 3 kali untuk menampilkan setiap kode yang hendak dijalankan tersebut.

Sekian yang dapat penulis sampaikan untuk kesempatan kali ini semoga dapat ditangkap ilmunya dan semoga bermanfaat. Mohon maaf apabila terdapat salah kata atau penyampaian selama dalam penulisan, salam TI.NET ^_^.

PHP Tutorial 10 – Pengulangan bentuk While (PHP untuk Pemula)

While Loop atau Pengulangan bentuk While merupakan sebuah kode yang mampu menjalankan perintah yang diberikan programmer kepada komputer untuk terus dieksekusi sesuai dengan iterasi yang diberikan. Iterasi atau dalam bahasa umum perulangan dijadikan sebagai sebuah patok atau batas akhir sejauh mana sebuah kode akan dieksekusi. Didalam PHP bentuk pengulangan terbagi menjadi dua bagian cara penulisan, yang pertama dikenal sebagai general While Loop dan yang kedua do While Loop. Meskipun dibagi kedalam dua cara penulisan, namun akhir yang dihasilkan tetap sama.

Format penulisan general While Loop:

while (kondisi bernilai benar) {

// Kode yang akan dijalankan dalam pengulangan ;

}

Berikut contoh penulisan general While Loop:

<?php

$a = 1 ;

while ($a <= 5) {
echo 'Number ' . $a . '<br>' ;
$a++ ;
}

?>

Membahas kode diatas, variable $a memiliki nilai konstan 1 kemudian dimasukan dalam pengulangan While, selama variable $a kurang dari atau sama dengan 5 maka kode didalamnya akan terus dieksekusi. Kode $a++ menyatakan penambahan nilai untuk setiap kali perulangan selesai dilakukan sebanyak 1. Hingga pada akhirnya variable $a akan memiliki nilai 5 dan pengulangan berhenti sampai disitu.

Format penulisan do While:

do {

// Kode yang akan dijalankan dalam pengulangan ;

} while (kondisi bernilai benar) ;

Berikut contoh penulisan do While:

<?php
$b = 1 ;

do {
echo 'Number ' . $b . '<br>' ;
$b++ ;
} while ($b <= 5) ;

?>

Sebenarnya untuk penjelasan masih sama saja dengan general While Loop, hanya saja yang membedakan adalah peletakan kode while dan penambahan kode do saja. Inti dari kode yang dijalankan tetap sama, ada kondisi yang bernilai benar, wilayah peletakan kode yang akan dijalankan dalam pengulangan, dan kode yang dijalankan. Sekian dari penulis untuk artikel kali ini, mohon maaf apabila ada kesalahan dan semoga artikelnya bermanfaat. Salam TI.NET ^_^.

PHP Tutorial 9 – Array (PHP untuk Pemula)

Array merupakan sebuah variable istimewa yang dapat memiliki lebih dari atau sama dengan dua nilai sekaligus atau dapat dikatakan pula jika array merupakan sebuah wadah dari beberapa nilai yang termuat dalam sebuah variable. Array sangat memperhatikan susunan dan urutan dari nilai-nilai yang berada didalamnya, urutan dimulai dari angka nol. Misalkan kita punya data [mobil, motor, sepeda] urutan pertama dimulai dengan angka nol untuk mobil.

Seperti yang telah penulis analogikan diatas, untuk penulisan array tidaklah sembarangan. Sama seperti bahasa pemrograman lainnya, PHP juga memiliki aturan tersendiri dalam penulisan array. Berikut contohnya:

<?php

$names = array('Sandi' , 'Abbee' , 'Alief') ;

/* $names[0] = Sandi
$names[1] = Abbee
$names[2] = Alief */
echo $names[0] ;

?>

Kode diatas jika dipanggil maka akan menampilkan pesan “Sandi” tanpa tanda kutip, hal ini berbanding lurus dengan nilai dari kata “Sandi” yang berindex pertama (nol).

Tidak sebatas itu saja, setiap nilai juga dapat memetakan nilai lainnya (nilai yang memiliki nilai). Berikut contohnya:

<?php

$ages = array('Sandi'=>19 , 'Abbee'=>8 , 'Alief'=>2) ;

/* $ages['Sandi'] = 19
$ages['Abbee'] = 8
$ages['Alief'] = 2 */
echo 'Sandi is' . $ages['Sandi'] . ' years old' ;

?>

Kode diatas akan menampilkan pesan “Sandi is 19 years old“, nilai 19 didapat dari nilai dari variable $ages dengan index [‘Sandi’] yang memiliki nilai 19.

Berikut kode lengkap dari kedua contoh penulisan array diatas:

<?php

$names = array('Sandi' , 'Abbee' , 'Alief') ;

/* $names[0] = Sandi
$names[1] = Abbee
$names[2] = Alief */
echo $names[0] ;

$ages = array('Sandi'=>19 , 'Abbee'=>8 , 'Alief'=>2) ;

/* $ages['Sandi'] = 19
$ages['Abbee'] = 8
$nages['Alief'] = 2 */
echo ' is' . $ages['Sandi'] . ' years old' ;

?>