Linux, Siapa Takut

Bicara soal linux, di Indonesia sendiri pengguna linux masih sangat minim, hal ini berdampak pada kurangnya artikel yang membahas mengenai linux. Bagaimana menanggulangi kesalahan yang terjadi pada linux saja akan terasa sulit untuk mencari cara pemecahannya. Searching di google kebanyakaan yang menguasai adalah orang-orang yang berbahasa Inggris, sehingga bagi para pengguna linux yang masih belajar serta mempunyai pengetahuan berbahasa Inggris yang minim tentu akan kesulitan dalam mebaca artikel dan maksud dari artikel itu apa. Sehingga yang tadinya mempunyai niat untuk belajar kedalam sistem operasi yang gratis dan open source akan beralih kembali kepada penggunaan windows yang sangat mudah digunakan.

Kurang adanya pelatihan linux dilembaga formal maupun non-formal juga menjadi faktor penyebab minimnya pengguna linux di Indonesia. Memang di Indonesia sendiri ada komunitas tertentu yang khusus membahas linux, namun jaringannya hanya sebatas komunitas itu saja.

Kembali ke judul, memberanikan menggunakan sistem operasi yang masih asing memang bukanlah hal yang mudah, apalagi sistem operasi tersebut linux yang mana masih mengadopsi perintah-perintah lewat terminal/konsole. Namun jika kita teringat akan pepatah “Jika kita berada ditoko parfume tentu kita akan tercium wangi walapun tidak menggunakannya”, ini bisa dijadikan motivasi untuk kita lebih sering bergaul dikomunitas-komunitas linux yang kita suka. Meskipun komunitas tersebut menggunakan bahasa default Inggris, ya itung-itung sebagai langkah awal kita juga untuk bisa mempelajari bahasa Inggris, seperti kata pepatah “Menyelam sambil minum air”, belajar linux sambil belajar bahasa Inggris.

Jadi gimana nih sob, mau memberanikan dirikah untuk mulai menggunakan produk yang free dan open source.??? Penulis sendiri kini sedang berusaha untuk belajar tentang linux, meskipun penulis sendiri kurang mahir dalam bahasa Inggris, namun penulis akan tetap Lahaulla untuk terus mempelajarinya walaupun rintangan didepan mata yang mungkin setiap saat bisa saja menerjang.

Mungkin hal terpenting yang harus dipersiapkan adalah komputer lengkap beserta koneksi internet yang unlimited pokonya, soalnya jikalau ada sesuatu yang memerlukan pencerahan bisa langsung searching di google juga mengingat untuk melakukan installasi software di linux sendiri memerlukan repositori yang online, meskipun memang ada repositori yang offline, namun kebanyakan software ada yang terintegrasi dengan software lain sehingga pada akhirnya tetap saja akan memerlukan koneksi internet.

Awali langkah hijrah ini dengan ucapan Basmallah yah sob, “Bismillahirohmanirohim”. Semoga Alloh senantiasa memberi kemudahan untuk kita yang mau belajar karena-Nya, “Ameen”. Linux.??? Siapa Takut.???

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *