Mengenal Virtual Drive

Virtual Drive dalam kasusnya dengan Cloud Computing adalah merupakan sebuah kesamaan baik dilihat dari segi fungsi, penggunaan, serta keamanannya. Hanya saja Virtual Drive tidak sekompleks teknologi Cloud Computing. Kalau bisa dibilang Virtual Drive merupakan sebuh anak atau gambaran sederhana dari teknologi Cloud Computing. Dari segi space atau ruang kosongnyapun berbeda antara yang Virtual Drive dengan Cloud Computing, Virtual Drive cenderung lebih nyediakan layanan ruang yang relatif kecil juga sifatnya hanya untuk personal saja, berbeda dengan Cloud Computing yang dengan spesifikasi ruang penyimpanan yang besar juga adanya akses untuk public (Publicity Relationship).

Ada banyak perusahaan didunia yang menyediakan layanan Virtual Drive secara gratis dan dapat dengan mudah diintegrasikan dengan setiap desktop. Cara kerja dari Virtual Drive ini adalah membuat sebuah ruang khusu di komputer yang mana jika kita menaruh sebuah file atau folder sedangkan komputer yang bersangkutan terkoneksi ke internet maka file atau folder yang disimpan pada tempat khusus Virtual Drive akan secara otomati terunggah ke internet. Disini perlu adanya akun khusus untuk menjaga privasi data-data yang terintegrasikan antara sebuah komputer yang satu dengan yang lainnya.

Virtual Drive juga bisa disamakan dengan flashdisk dari segi moveablenya, namun letak titik perbedaannya adalah pada akses penghubung. Flashdisk memerlukan media penghubung berupa port yang ada pada sebuah komputer untuk memindahkan data, sedangkan Virtual Drive cukup dengan koneksi internet, sebuah data akan dengan sangat mudah berpindah dari satu komputer ke komputer yang lainnya yang sudah terintegrasi dengan akun untuk sebuah layanan Virtual Drive tentunya.

Keuntungan dari adanya teknologi Virtual Drive ini adalah data akan sangat cepat berpindah dari suatu komputer ke komputer yang lainnya, data yang tersimpan dalam Virtual Drive lebih aman dari serangan virus karena pihak yang membuat layanan inilah yang menjaminnya, keamanan data sangatlah terjaga, berbeda dengan flashdisk yang mana jika flashdisk hilang dicuri orang, orang tersebut akan langsung bisa membukan apa saja isi dari flashdisk tersebut. Namun dengan metode Virtual Drive, orang perlu mencari tahu akun yang digunakan si korban lengkap dengan passwordnya tentu ini merupakan sesuatu yang sukar dilakukan mengingat tingkat keamanan dari penyedia layanan Virtual Drive sangatlah tinggi. Kemudian kita juga bisa mengubah privasi untuk sebuah file atau folder, apakah file atau folder tersebut ingin disharing sehingga memungkinkan data tersebut dapat ditransfer oleh pengguna lain lewat link khusus atau dibuat privat.

Penyedia layanan ini antara lain Dropbox, Google Drive, CloudCafe dan masih banyak yang lainnya. Penulis sendiri menggunakan layanan Virtual Drive dari Dropbox mengingat cara penggunaannya yang mudah dan efisien. Mungkin itu saja sob yang bisa penulis sampaikan pada kesempatan kali ini, semoga saja bermanfaat dan jangan lupa untuk membagikannya kepada orang lain yah ^_^ salam TI.NET.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *