Memahami Skema Installasi Sebuah Software

Disinia saya hanya akan berbagi pengalaman saja bagaimana pandangan orang yang baru mengenal akan dunia komputer. Bagi anda yang masih awam akan dunia komputer tentu akan sangat kesulitan untuk melakukan sebuah exsperimen dengan komputer anda sendiri yang didorong oleh rasa takut bukan.??? Pada awalnya setiap orang yang baru mengenal komputer juga begitu, termasuk penulis sendiri (hehhehe :-D). Pengalaman saya memegang komputer itu milik sodara saya, saya memang diperbolehkan oleh yang punya untuk mengutak-atik isi dari komputernya. Berhubung saya masih sangat awam ibaratkan bayi yang baru terlahir dan belum tau apapun. Menggerakan kursor dengan mouse-pun waktu itu saya masih kaku. Kursornya jadi loncat-loncat gak karuan -_-.

Kemudian saya masuk ke sekolah kejuruan dan orang tua saya membelikan saya seperangkat komputer yang sampai sekarang saya gunakan. Dari situlah awal mula saya belajar komputer, mengutak-atik isinya baik dari segi software maupun hardware. Bahkan sampai-sampai saya melakukan install ulang dalam seminggu itu 3 kali. Karena saya fikir waktu itu install ulang adalah hal yang sangat jarang sekali dilakukan oleh para pengguna komputer. Maka dari itu saya berpandangan jika jarang dilakukan tentu akan jarang diamalkan pula kan.??? Jadi saya install ulang tuh komputer sampai seminggu 3 kali dengan maksud agar saya bisa mahir menginstall ulang, dan Alhamdulillah sampai sekarang ilmu tersebut dapat saya rasakan manfaatnya. Dan untungnya lagi waktu awal-awal melakukan install ulang tersebut saya masih belum tahu kalo ternyata jika komputer sering diinstall ulang akan berakibat harddisk menjadi bad sector, tapi sampai sekarang komputer saya masih dapat digunakan dengan harddisk yang sama J

Mungkin hanya itu pengalaman pertama saya mengenal dunia komputer, kembali ke judul. Banyak orang hingga sekarang masih bingung akan pola atau skema installasi sebuah software. Padahal menurut kita yang sudah terbiasa, inti dari installasi sebuah software yang satu dengan yang lainnya itu hampir 90% sama. Lho kok bisa.??? Bagi anda yang memang masih bingung dan takut untuk melakukan installasi sebuah software lihat skema atau pola installasi dibawah ini :

  1. Sebelum anda melakukan installasi pada sebuah software alangkah baiknya anda membuang jauh-jauh terlebih dahulu rasa takut akan kesalahan pada nantinya.
  2. Lebih baik anda didampingi orang yang memang sudah faham akan dunia komputer sebagai referensi secara langsung atau anda dapat menghubungi saya di YM! dengan ID sm_chat.
  3. Sediakan paket software yang ingin anda install tentunya.
  4. Buka paket software yang akan anda install dengan meng-kliknya dua kali atau dapat pula dilakukan dengan klik kanan à run as administrator.
  5. Semua software yang ada, untuk bagian pertama kali pasti mereka membuka sebuah halaman depan atau kita sebut sebagai greeting page yang sedikit menjelaskan dengan software yang bersangkutan. Jadi jika anda menemukan greeting page saat hendak menginstall, anda cukup melewatinya dengan mengklik tombol Next.
  6. Kemudian License Agreement, ini adalah hal umum yang ada pada setiap paket software. Tanpa kita menyetujui License Agreement tersebut kita tidak akan dapat melanjutkan melakukan installasi. Jadi intinya adalah pemaksaan yang mengharuskan kita untuk menyetujuinya. Maka dari itu ikuti saja aturan mainnya dan tekan tombol Next.
  7. Destination Folder, adalah dimana tempat kita akan meletakan semua hasil exstraksi dari paket software yang kita install. Biasanya setiap paket software akan mencari dengan sendirinya di bagian C:\Program Files, biarkan saja apa adanya dan tekan Next.
  8. Jika paket software yang anda install memerlukan serial atau disebut berbayar tentu anda meski membeli serial tersebut. Tapi serial dapat ditemukan tanpa anda harus membelinya :p.
  9. Adakalanya paket software yang kita install itu didalamnya sudah dipasang iklan untuk menggantikan hompage pada web browser kita misalnya. Tentu itu kembali kepada anda, jika anda ingin memasang menggantikan hompage anda ya silakan setujui License Agreement untuk memasangnya. Tapi saya secara pribadi suka tidak mempersetujuinya karena akan berdampak ke web browser nantinya.
  10. Installation Mode, tidak semua software yang kita install menyertakan keterangan ini. Namun jika anda menemukan hal demikian saat melakukan installasi pada sebuah software, saya sarankan agar anda mencari referensi terlebih dahulu untuk software yang bersangkutan. Namun ini tidak akan berdampak berlebihan, anda cukup pilih salah satu dari opsi yang sijikan.
  11. Perizinan untuk shortcut, banyak software yang sebelum proses installasi berjalan menawarkan apakah anda akan membuat shortcut di desktop atau tidak. Serta shortcut ditempat yang lainnya. Jika anda ingin cukup memberi centang saja lalu Next.
  12. Installation Progress, ini adalah bagian dimana software yang anda install sedang dalam exstraksi dan pemasangan pada sistem anda. Yang perlu anda lakukan adalah menontonnya.
  13. Finish Report, laporan akhir ini hanya berisi pemberitahuan bahwa installasi yang anda lakukan telah berhasil. Klik tombol Finish untuk mengakhirinya.

Tambahan dari saya jika dalam proses installasi anda menemukan ada kesalahan atau sesuatu yang error, anda perhatikan atau baca instruksi apa yang ditampilkan, biasanya ada software yang sebelum ia diinstall meski menginstall sebuah software yang lain terlebih dahulu atau software yang anda install tidak sesuai dengan sistem operasi yang anda gunakan. Kemudian bisa jadi software tersebut memerlukan cara khusus dalam installasinya.

Jadi bagaimana sekarang.??? Apakah anda sudah siap bereksperimen.??? Jangan merasa takut untuk melakukan installasi, karena jika gagal kita hanya perlu melakukan uninstall atau pencopotan program atau bisa juga ditimpa ulang. So, it’s time to explore dan tetap stay di TeknikInformatika.NET yah 😀

2 thoughts on “Memahami Skema Installasi Sebuah Software

  1. Pingback: Sinkronisasi Gmail ke Mozilla Thunderbird | Teknik Informatika

  2. Pingback: Sinkronisasi Gmail ke Opera Mail | Teknik Informatika

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *